Efek Covid-19, Lapas Gorontalo bakal ‘Bebaskan’ 80 Napi

Efek Covid-19, Lapas Gorontalo bakal ‘Bebaskan’ 80 Napi

02/04/2020 13:41 0 By admin

16 orang narapidana Lapas Kelas IIA Gorontalo, yang bersiap keluar untuk menjalani asimilasi, Rabu (2/4/2020), malam. (sumber: lapasgorontalo.id)

Hulondalo.id – Sesuai kebijakan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona (covid-19), lapas kelas IIA Gorontalo memutuskan mengeluarkan sejumlah narapidana. Bukan bebas, tapi mereka akan menjalani asimiliasi di rumah masing-masing.

Untuk tahap pertama, Rabu (1/4/2020) malam, lapas kelas IIA Gorontalo mengeluarkan 16 orang narapidana, yang dianggap layak dan sudah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang digelar di Lapas Gorontalo, seperti dilansir dari laman lapasgorontalo.id.

Kendati demikian, para warga binaan itu tetap diwajibkan mengikuti program pembinaan di Lapas Gorontalo. Mereka akan diawasi, dan tidak dibolehkan keluar dari daerah domisili, serta wajib lapor, hingga status mereka bebas murni atau bersyarat.

Rencananya, setelah 16 orang ini, akan diikuti 80 orang napi lagi yang akan dikeluarkan, menjalani proses asimilasi.

Setelah WBP keluar Lapas, pembinaan di rumah dilaksanakan dengan bantuan aparat penegak hukum lainnya serta diawasi oleh Masyarakat dan belum dibolehkan untuk bekerja atau keluar dari domisili serta wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Gorontalo dalam waktu tertentu sampai mereka bebas bersyarat ataupun bebas murni.

Asimilasi Narapidana terkait covid-19 ini, sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan No : PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 Tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. (zhk)