Ekonomi Gorontalo Tumbuh 5,67% Triwulan III Tahun 2019

05/11/2019 21:06 0 By Alex

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati saat memimpin press confrence pertumbuhan ekonomi Gorontalo, Selasa (5/11/2019).

Hulondalo.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Gorontalo tumbuh 5,67% pada Triwulan III Tahun 2019, lebih baik jika dibandingkan Triwulan III Tahun 2018 sebesar 5,25% (year on year/yoy).

Bahkan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Gorontalo masih lebih baik 2,76% (qtq). Sedangkan pada Triwulan I tumbuh 1,52% (qtq) dan Triwulan II tumbuh 0,40% (qtq).

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo diukur berdasarkan Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB) atas harga berlaku Triwulan III Tahun 2019 sebesar Rp 10,44 Triliun, dan atas harga konstan 2010 sebesar Rp 7,19 Triliun.

“Jadi, Alhamdulillah, baik dari sisi produksi maupun sisi pengeluaran masing-masing mengalami pertumbuhan yang cukup baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati pada press confrence di kantornya, Selasa (5/11/2019).

Dari sisi produksi, jika melihat dari 3 sektor lapangan usaha utama di Gorontalo tercatat tumbuh melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Tercatat, untuk sektor pertanian dengan distribusi PDRB sebesar 39,56% (yoy) hanya tumbuh 4,07% (yoy). Pada Triwulan I, sektor primer ini tumbuh 5,35% (yoy) dan Triwulan II tumbuh 4,96% (yoy).

Demikian halnya dengan sektor perdagangan besar dan eceran. Triwulan III 2019 tumbuh 9,72% (yoy), melambat jika dibandingkan Triwulan II sebesar 13,24% (yoy). Pada Triwulan I, sektor ini tumbuh 16,95% (yoy).

Sementara lapangan usaha terbesar ketiga di Gorontalo, yakni sektor konstruksi juga tumbuh melambat. Pada Triwulan III tercatat tumbuh 3,73% (yoy). Pada Triwulan II sempat tumbuh 7,55% (yoy) dan Triwulan I tumbuh 4,80% (yoy).

“Triwulan III ini, kontribusi tertinggi PDRB dari lapangan usaha yakni dari pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 18,87% (yoy). Tapi secara keseluruhan kontribusinya kecil karena distribusi PDRB-nya hanya 0,6%,” terang Herum.

Khusus untuk sektor pertanian, selama Triwulan III Tahun 2019 Provinsi Gorontalo tidak terpengaruh dengan kondisi kemarau. Pasalnya, musim panen raya sudah terjadi di awal triwulan.

“Produksi padi tercatat tumbuh 16% (qtq), sedangkan untuk jagung pertumbuhannya sampai 60% (qtq). Jadi, musim kemarau ini hanya menggeser masa tanam saja dan bisa berpengaruh pada triwulan selanjutnya,” jelas Herum.

Sementara dari sisi pengeluaran, BPS mencatat masih disumbang oleh pengeluaran rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT). Pada Triwulan III, pengeluaran rumah tangga tumbuh 6,22% (yoy) dengan distribusi PDRB tertinggi mencapai 61,66% (yoy). Namun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, hanya tumbuh 1,68% (qtq).

Sementara untuk konsumsi LNPRT tercatat tumbuh 10,95% (yoy) dengan distribusi PDRB hanya 0,74% (yoy). Namun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, tercatat melambat -1,01% (qtq). Hal ini dipengaruhi selesainya pesta demokrasi.(Alex)