GDM Organik Optimalisasi Inovasi Mikroba Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan

GDM Organik Optimalisasi Inovasi Mikroba Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan

05/11/2020 20:24 0 By Maman

GDM Organik

Hamparan Persawahan Padi Ungu (Black Madras) di Indramayu.

*Diah Sulung Syafitri, Content Writer Freelance GDM Organik

PANDEMI COVID-19 mengajari kita semua banyak hal, salah satunya tentang kedaulatan pangan. Beberapa negara yang selama ini menjadi sumber impor pangan kita, turut terdampak sehingga kran impor komoditas utama pertanian terhambat. Sehingga, mau tidak mau, masyarakat Indonesia mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal.

Gerakan beli hasil panen petani serta berkebun dari pekarangan rumah pun turut digencarkan. Dari segi pemerintah, upaya yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat selama pandemi COVID-19, antara lain, merencanakan pembukaan lahan persawahan baru seluas 900 ribu hektar ekstentifikasi lahan gambut di Kalimantan Tengah.

Namun, hal tersebut masih menjadi wacana, karena banyak penggiat lingkungan menolak ide ekstensifikasi lahan gambut yang dinilai akan merusak ekosistem ini. Pangan dan lingkungan. Seyogyanya, dua hal ini tidak saling dibenturkan. Pangan adalah penjamin kehidupan, sedangkan lingkungan adalah penjamin keberlangsungan pembangunan. Pada masa pandemic COVID-19 seperti sekarang, kita semua menghadapi tantangan lebih berat karena kedua masalah tersebut (pangan dan lingkungan) datang secara bersamaan.

GDM Organik menyadari bahwa lingkungan yang menjadi media utama penghasil pangan daya dukungnya amat sangat terbatas. Hal ini diperparah dengan kondisi fisik tanah yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Sekarang saatnya! Ini adalah momentum tepat untuk mengembangkan pertanian alternatif yang kolaboratif; berkeadilan sosial (semua orang memperoleh makanan dengan baik) dan ekologis (tidak merusak lingkungan).

Oleh karena itu, GDM Organik mengoptimalkan teknologi sains berupa inovasi mikroba sebagai langkah konkrit menggenjot produktivitas hasil panen yang sejalan dengan pertanian berkelanjutan. Mengapa demikian?

Selama ini, untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, pupuk sintesis dan pestisida kimia digunakan sebagai komponen utama. Penggunaan secara berlebihan, mengesampingkan faktor lingkungan, tentu saja berdampak buruk pada kualitas tanah dan ekosistem. Dalam jangka panjang, tanah sukar menumbuhkan bahan pangan apapun. Ini lah kondisi yang saat ini kita alami di tengah pandemic COVID-19 yang mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Inovasi mikroba diyakini banyak ahli mampu membawa perubahan besar pada sektor pertanian karena mampu beradaptasi baik terhadap ekosistem. Pertanian berkelanjutan membuat pangan terjamin dan lingkungan lestari. GDM Organik mengaplikasikan inovasi mikroba pada produk pupuk organik cair, yang bertujuan juga mengubah perilaku petani agar tercipta praktek pertanian yang minim pencemaran.

Mengapa GDM Organik Tidak Berhenti Hanya Pada Produk Saja?

Langkah konkrit kedua untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan tentu saja masalah kebijakan pertanian sendiri. Petani Indonesia harus terus digiring membangun komunitas pertanian organik di desa masing-masing secara massif, serta dilindungi kepentingannya dari permainan ekonomi perusahaan-perusahaan pupuk besar.

Dari segi konsumen, perilaku peduli lingkungan harus terus diupayakan dari konsumsi pangan. Meminimalisir limbah akibat konsumsi berlebihan dan memilih makanan yang bersifat alami merupakan 2 cara berkontribusi dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan ini.

Sebagai bagian dari negara agraris, optimalisasi inovasi mikroba pada pupuk organik cair adalah langkah paling awal memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meminimalisir kerusakan lingkungan selama masa pandemi COVID-19, terlebih untuk kehidupan di masa mendatang.

Kemudian, modernisasi sistem pertanian berkelanjutan yang bisa mudah diakses petani, sehingga hal tersebut mendorong mereka beradaptasi cepat terhadap cara-cara bertani ramah lingkungan. Pemerintah dan organisasi bisa menciptakan perubahan sistemik, sehingga masyarakat bisa membangun kedaulatan pangan yang lebih kuat. GDM Organik melalui inovasi mikroba pupuk organik cair, serta peran pemerintah dalam kebijakan pertanian organik. (**)