Gegara Corona, Inflasi Gorontalo Tahun 2020 Hanya 0,81% Terendah Sepanjang Sejarah

Gegara Corona, Inflasi Gorontalo Tahun 2020 Hanya 0,81% Terendah Sepanjang Sejarah

04/01/2021 15:16 0 By Alex

Inflasi Gorontalo 2020

Komoditas tomat menjadi penyumbang inflasi tertinggi selama Tahun 2020. (f. dok)

Hulondalo.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Gorontalo sepanjang Tahun 2020 sebesar 0,81%, jauh lebih rendah jika dibandingkan inflasi Nasional sebesar 1,68% dan inflasi Gorontalo Tahun 2019 sebesar 2,87%.

Selama tahun 2020, BPS mencatat Gorontalo mengalami 8 kali inflasi dan 4 kali deflasi bulanan. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juni sebesar 0,37%.

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana saat Idul Fitri sering mengalami inflasi, tapi pada Tahun 2020 saat hari raya Idul Fitri pada bulan Mei justru terjadi deflasi -0,33%. Kondisi ini tidak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat,” kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati pada press conference, Senin (4/1/2021).

Berbeda pula dengan tahun-tahun sebelumnya, kelompok yang mengalami inflasi tertinggi sepanjang Tahun 2020 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,46%, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki 2,86% hingga kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin 2,07%.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi tertinggi sepanjang Tahun 2020 di antaranya, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -2,55%, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan -1,64% dan kelompok transportasi -1,23%.

Inflasi Gorontalo 2020

Sementara dilihat dari komoditas, tomat menjadi penyumbang inflasi tertinggi sepanjang Tahun 2020 dengan 0,2071%. Sementara deflasi tertinggi disumbang oleh angkutan udara dengan -0,1972%.

Inflasi Gorontalo sepanjang Tahun 2020 diklaim menjadi inflasi paling rendah selama 10 Tahun terakhir. Terakhir, inflasi Gorontalo terendah terjadi pada Tahun 2016 silam sebesar 1,30%. Sementara tertinggi terjadi pada Tahun 2010 sebesar 7,43%.(Alex)