Geger !! Sehari, Dua Warga Blitar Meninggal Mendadak

Geger !! Sehari, Dua Warga Blitar Meninggal Mendadak

22/04/2020 23:40 0 By Syakir

Memakai APD lengkap, petugas mengevakuasi jasad seorang pria, yang terkapar di alun alun Kota Blitar, Rabu (22/4/2020),

Hulondalo.id – Warga Kota Blitar, Jawa Timur, dihebohkan dengan meninggalnya dua orang warga, saat sedang berada di tempat umum.

Menghindari jangan sampai korban yang meninggal terpapar covid-19, petugas melakukan evakuasi dengan menggunakan alat pelindung diri.

Korban pertama ditemukan di alun alun Kota Blitar, sekitar pukul 06.00 Wita, Rabu (21/04/2020). Korbannya, seorang laki-laki berusia 65 tahun, warga jalan Anjasmoro Kelurahan Kauman. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian olah raga.

Korban kedua adalah seorang perempuan, warga Kelurahan Tanjungsari, umur 45 tahun. Awalya korban hanya tergeletak pingsan di Jalan Cokro Aminoto depan Kantor KONI Kota Blitar, sekitar pukul 10 siang.

Juru Bicara gugus tugas penanganan covid 19, dr. Mohammad Muslih mengatakan, korban pertama meninggal dalam perjalanan menuju RS Mardi Waluyo.
“Ketika di lokasi saat ditolong petugas di alun-alun korban tidak sadarkan diri, namun sesampainya di RS Mardi Waluyo, korban sudah meninggal dunia,” kata Muklis.

Untuk korban perempuan warga Tanjungsari yang pingsan di pinggir jalan Cokro Aminoto di evakuasi petugas, selanjutnya dibawa ke RS yang sama, perempuan ini sementara masih dalam penanganan medis untuk mendapatkan perawatan standart covid-19.

Muklis belum bisa memastikan, apakah keduanya meninggal karena terpapar covid-19. Namun yang pasti, korban pertama setelah ditelusuri punya riwayat sakit kronis, seperti diabetes, asma dan gangguan ginjal kronis.

Sedang orang kedua mengalami pingsan punya riwayat sakit di organ saluran pernafasan kronis menahun. “Untuk perempuan warga Kelurahan Tanjungsari sementara masih menunggu hasil uji lab pihak RS Mardi Waluyo kota Blitar,” jelasnya.

Muklis pun meminta masyarakat tetap waspada. Kendati demikian, dirinya juga berharap masyarakat tidak buru buru ambil kesimpulan terkait pasien covid-19, dan hanya menyebabkan timbul rasa cemas berlebihan. (SA)