Genangan Air Lebih Tersistem, Dinas PUPR Kota Gorontalo Revisi Master Plan Drainase

Genangan Air Lebih Tersistem, Dinas PUPR Kota Gorontalo Revisi Master Plan Drainase

22/08/2021 13:56 0 By Maman

Dokumen Master Plan Drainase Kota Gorontalo

Salah satu dokumen master plan Drainase Kota Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – Dinas PUPR Kota Gorontalo merevisi master plan drainase. Revisi agar, penanganan masalah genangan air lebih tersistem dan mudah dipetakan.

Kadis PUPR Kota Gorontalo, Rivadli Bahsuan mengatakan, persoalan genangan berkaitan erat dengan daerah hulu. Berada pada topografi yang relatif rendah, membuat Kota Gorontalo sebagai penerima luapan air ketika hujan lebat.

“Daerah kita lebih rendah, catchment area dari sekitar pasti melimpah ke kota, drainase kita tidak mampu menampung debit air ketika hujan diarea kota, karena telah dipenuhi air kiriman dari hulu,” ujar Rivadli saat diwawancarai melalui sambungan seluler, Jumat (20/8/2021).

Ia berharap, dengan master plan yang baru, akan lebih mudah melakukan pemetaan dan mencarikan solusi penanganan. Sejauh ini kata dia, yang bisa dilakukan Dinas PUPR Kota Gorontalo, baru pada penanganan yang bersifat darurat atau jangka pendek yaitu, pengerukan.

“Master plan yang ada merupakan hasil kajian lama atau sekitar 20 tahun sejak tahun 2000, Insha Allah akhir tahun ini kita pastikan revisinya sudah selesai, ” ujarnya.

Revisi dilakukan, agar penataan drainase saat ini harus lebih relevan dengan kondisi dan keadaan kota, yang terus mengalami pertumbuhan pembangunan.

“Kami berharap hasil master plan baru, bisa membawa Kota Gorontalo ke arah yang lebih baik, bisa keluar dari masalah banjir dan genangan,” jelas Rivadli.

Pentingnya penanganan dari hulu ini turut dipertegas Kepada Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Multazam Adam. Ia mengatakan, genangan terjadi tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan di Kota Gorontalo.

“4 sungai mengapit Kota Gorontalo, selain sungai besar yang kita tahu, sungai Bone dan Bolango, ada juga sungai kecil yaitu, sungai Tamalate dan Tapodu, ” ucapnya.

Selain sungai, Multazam juga menyebut Kota Gorontalo dikitari 6 saluran yakni, aliran air Tanggidaa, Tanggikiki, Tanggilolipu, Delolombongo dan kali serdadu. Saluran itu menurutnya, membawa sedimentasi ke saluran drainase Kota Gorontalo. Apalagi sistem drainase yang konstruksinya masih tersier.

“Karena kontruksi tanpa lantai maka sangat berkontribusi membawa sedimen ke drainase di Kota Gorontalo, akibatnya terjadi pendangkalan saluran,” pungkasnya. (Inkri/Adv/Hulondalo.id)