Golput Itu Jahat!!!

Golput Itu Jahat!!!

30/11/2020 15:21 0 By Maman

Sabaruddin B. S.Hut., M. Hut.

Dosen Konservasi Kehutanan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.

 

Sabaruddin B. S.Hut., M. Hut.

PEMILIHAN kepala daerah tinggal menghitung hari. Berbagai manuver telah dilancarkan untuk menggaet para pemilih. Dimulai dari keluarga sendiri, para masyarakat, sampai stakeholder yang siap membackup kemenangan sang calon. Konsultan politik pun diikutkan agar menaksir kemenangan dengan metode ilmiah yang positivistik, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Agenda positif dan ide-ide yang mengedepankan kepentingan publik mulai didengungkan. Sahut-sahutan ide-ide briliant dalam memimpin pun mulai dikobarkan. Berbagai framing ditonjolkan jika perlu, kontrak para publik figur baik didunia nyata maupun didunia maya diagendakan dengan tujuan agar, trending dan menjadi pembicaraan. Syukur-syukur bisa merasionalisasikan para pemilih yang mengambang.

Sebagai seorang pemilih, kita memiliki tanggung jawab untuk menentukan siapa yang akan melanjutkan roda estafet kepemimpinan daerah. Karena jika jatuh kepada pemimpin yang cenderung antroposentris dan hedonist, malah akan menambah jurang kemiskinan dimasa yang akan datang. Karena baik buruknya periode selama lima tahun kedepan ditentukan oleh suara kita saat ini.

Dalam menentukan pilihan ada baiknya kita haruslah aktif dan kritis jika perlu “kepo – in” Para peserta yang akan dipilih. Jadi, secara tidak langsung ada pertanggung jawaban baik secara moral maupun ilmiah dalam menentukan pilihan.

Jika para pemilih lebih kritis dalam menentukan pilihan maka akan menghasilkan pemimpin yang kapabel dalam mengelola daerah. Selain itu, pembangunan suatu daerah akan berjalan maksimal dan berkelanjutan. Fokus utamanya juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena apabila masyarakat sejahtera maka pemimpinnya juga akan mendapatkan penghargaan paling tidak dalam bentuk moral dari masyarakatnya.

Ada beragam kriteria dalam menentukan pilihan menurut saya pribadi yakni yang memiliki visi dan misi yang berfokus pada hal-hal berikut :

Fokus pendidikan

Sebagai seorang pemimpin, peran dalam pemenuhan pendidikan merupakan hal yang fundamental atau basik struktur. Hal tersebut dikarenakan, pendidikan mampu merubah kondisi seorang, masyarakat, dan juga negara. Perubahan disini lebih kearah positif. Tanpa pendidikan mustahil terjadi pembangunan sumber daya manusia. Dengan pendidikan suatu daerah mampu bersaing dengan daerah lainnya. Jadi pemimpin yang fokus terhadap perbaikan dan pemenuhan pendidikan sangat diperlukan karena dengan hal itu maka kemajuan suatu daerah akan terlaksana baik disaat ini maupun dimasa mendatang.

Fokus terhadap kelestarian sumber daya Alam

Seorang pemimpin juga haruslah cinta dan mampu menjaga lingkungannya terutama sumber daya alam. Karena dengan cinta terhadap lingkungan maka alam pun juga akan cinta kepada kita. Jadi dalam pengelolaan sumber daya alam suatu daerah, pemimpin mesti memfokuskan terhadap asas konservasi, kelestarian, dan keberlanjutan yang tujuan utamanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena dengan memfokuskan ketiga asas tersebut maka pengelolaannya dapat diteruskan ke generasi selanjutnya.

Kelestarian sumber daya alam yang dibarengi dengan kemajuan pendidikan juga akan berdampak terhadap penemuan di berbagai bidang ilmu. Misalnya tanaman-tanaman obat pada bidang kesehatan, ekowisata yang berkelanjutan pada bidang kehutanan, pariwisata dan lingkungan, maupun tanaman pada bidang pertanian yang mempunya nilai jual tinggi di masa mendatang.

Fokus terhadap peningkatan keahlian masyarakat

Pemimpin juga harus fokus terhadap peningkatan keahlian masyarakatnya. Dengan peningkatan keahlian masyarakat maka dalam membangun daerah, pemimpin tidak perlu lagi mendatangkan orang dari luar daerah karena masyarakatnya sudah mampu. Life skill yang memadai juga berperan terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat itu sendiri.

Oleh karenanya berdasarkan kriteria tersebut sudah tidak ada alasan lagi untuk golput. Sebagai generasi penerus maka sudah sewajarnya kita harus berperan serta dalam kemajuan daerah kita masing-masing. Memilih saat ini, itu menentukan keberlanjutan daerah kita dimasa yang akan datang. Jaga hak suara kalian dan pergunakan sebagaimana mestinya untuk kemajuan daerah kita bersama. Memilih itu baik dari pada tidak sama sekali. (**)