Gorontalo Harusnya Sudah Kemarau, Kenapa Banjir? ini Penjelasan BMKG

Gorontalo Harusnya Sudah Kemarau, Kenapa Banjir? ini Penjelasan BMKG

13/06/2020 22:04 0 By Ika

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Gorontalo Mohammad Nurhuda.

Hulondalo.id – Fenomena banjir yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango, oleh BMKG disebut terjadi akibat adanya pola tekanan rendah berupa bibit siklon di sekitar Filipina dan bagian atas pulau Sulawesi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Meterologi BMKG Bandar Udara Djalalludin Gorontalo, Mohammad Nurhuda S.T. “Pola tekanan rendah yang terjadi menyebabkan munculnya fenomena Shearline atau belokan angin,” kata Nurhuda kepada hulondalo.id, Sabtu (13/6/2020).

Selain Shearline lanjut Nurhuda naiknya temperature permukaan laut yang mencapai 29-30 derajat celcius juga turut mempengaruhi proses hidrologi yang berdampak pada turunnya hujan dalam durasi yang cukup lama.

“Mengacu pada data BMKG, hujan yang terjadi sebenarnya hampir merata hanya saja mungkin kondisi bentang alamnya juga turut menyebabkan terjadinya banjir, untuk kecepatan angin semua masih dalam kondisi normal yaitu sekitar 5-15 km/jam” tutur Nurhuda.

Pihak BMKG sendiri memprediksi wilayah Gorontalo saat ini harusnya telah memasuki musim kemarau, namun akibat adanya anomali cuaca sehingga hujan yang biasanya terjadi diakhir tahun justru terjadi di pertengahan tahun.

Terpisah, Dosen Prodi Geografi Universitas Muhammadiyah Gorontalo Ivan Taslim MT mengatakan selain disebabkan oleh factor meteorologis, banjir yang melanda Sebagian Kabupaten Bone Bolango tersebut juga dipengaruhi factor eksternal.

“Rencana kesesuaian tata ruang dalam hal ini tutupan dan tata guna lahan juga turut mempengaruhi, selain itu adanya aktivitas pembukaan lahan baik untuk pertanian maupun juga pemukiman juga dapat menjadi faktornya,” tukas Alumni Geofisika Universitas Hasanuddin Makassar tersebut. (Ika)