Gorontalo Siaga, Antisipasi Dampak Badai Siklon 72 Jam ke Depan

Gorontalo Siaga, Antisipasi Dampak Badai Siklon 72 Jam ke Depan

14/04/2021 21:23 0 By Alex

Badai Siklon

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat mengecek kesiapan sarana prasarana kebencanaan pada apel gelar kesiapsiagaan bencana di halaman Mapolda Gorontalo belum lama ini. (F. Haris)

Hulondalo.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama sejumlah otoritas terkait tengah mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrim, terutama badai siklon yang bakal terjadi pada 72 jam ke depan.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama Kapolda Gorontalo dan Danrem 133/Nani Wartabone pun menghimbau agar masyarakat dapat mewaspadainya.

“Bagi masyarakat yang tinggal di lembah sungai, lereng rawan longsor, serta yang tinggal di tepi pantai agar selalu waspada dan diimbau sementara waktu agar menjauh dari lokasi wilayah resiko tinggi tersebut, termasuk menjauh dari pohon atau tegakan yang mudah runtuh,” imbau Idris.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama TNI dan Polri akan selalu melakukan koordinasi lintas sektor untuk menyiapkan sumber daya manusia, logistik, sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat, serta fasilitas kesehatan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Wakil Gubernur Idris Rahim juga menginstruksikan tim siaga bencana melalui koordinasi BPBD Provinsi Gorontalo untuk memantau kondisi lingkungan dan gejala awal terjadinya banjir bandang, longsor, angin kencang maupun gelombang tinggi.

Sebelumnya, prediksi BMKG dampak badai Siklon yang akan terjadi di wilayah Provinsi Gorontalo dalam 72 jam ke depan, di antaranya gelombang tinggi mencapai 1-2 meter di perairan utara Gorontalo, serta potensi hujan lebat di sejumlah wilayah.

Upaya lain yang ditempuh untuk mengantisipasi bencana yaitu dengan mengaktifkan Pusdalops 1×24 jam, menyiapkan sarana pengungsian, dan mengimbau kabupaten/kota untuk segera membuat rencana kontijensi dan melakukan simulasi bencana alam.

Selain itu akan dilakukan inventarisasi alat berat yang dimiliki oleh seluruh pihak terkait, penyiapan tenaga medis dan dapur lapangan, serta mengkoordinir relawan penanganan bencana dalam satu komando.

“Saya minta tingkatkan kewaspadaan dan koordinasi seluruh instansi kebencanaan. Sebarluaskan informasi prediksi BMKG tentang badai Siklon ini secara masif agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan bukan hoaks sehingga mereka sejak dini bisa mengantisipasi terjadinya bencana,” tandas Idris.(adv/alex)