Gorontalo Utara Disclaimer Inovasi, Hamzah: Sanksinya Apa? 

Gorontalo Utara Disclaimer Inovasi, Hamzah: Sanksinya Apa? 

22/09/2021 20:10 0 By Syakir

Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik.

Hulondalo.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Hamzah Sidik, pertanyakan punishment (sanksi) apa yang akan diberikan terkait disclaimernya inovasi Gorontalo Utara yang dipertanyakan Wabup Gorontalo Utara Thariq Modanggu, beberapa waktu lalu di Bappeda Gorontalo Utara khususnya Bidang Litbang dan Inovasi.

“Apa punishmentnya apa ketika disclaimer, hanya kaget, hanya mengeluh, hanya akan evaluasi, saya baru tau, atau saya kaget, bukan begitu kasi panismen,” kata Hamzah di DPRD, Rabu (22/9/2021)

Mana yang menjadi sektor terdepan pada inovasi, kata Hamzah, dinas-dinas yang sudah memberikan catatan terkait inovasinya, ketika tidak ada inovasi menurutnya harus diganti alias dicopot (pimpinannya).

“Karena kalau masih begini lagi mereka masih juga sama, skpd-skpd itu,” ujarnya

Hamzah mengatakan, wajar jika Gorontalo Utara disclaimer terhadap inovasi, karena memang semua memiliki agenda masing-masing, pemerintahan kata dia, tidak teroganisir dengan baik.

“Bupati kemana, Wabup kemana, Sekda kemana, akhirnya opd-opd nya juga asik dengan dunianya masing-masing,” tukasnya

Bicara inovasi, kata mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu, juga bicara kolektif, ada yang mengorganisir, ada yang memimpin orkestrasi pemerintahan ini dan Gorontalo Utara kehilangan hal itu dan tentu itu menjadi evaluasi Bupati.

DPRD lanjut Hamzah, kurang apa lagi dengan eksekutif, apapun yang disampaikan di rencana kegiatan anggaran eksekutif, didukung hampir tidak ada yang dibatasi atau dilakukan pemotongan anggaran.

“kalaupun gara-gara Covid harusnya kan jangan disclaimer juga, yang terdampak Covid semua daerah juga Indonesia, dunia ini juga Covid, Mungkin lagi cari-cari alasan Covid juga tapi ngga akan masuk semua juga Covid disni,” terang Hamzah

“Apalagi Gorontalo cuma Gorut yang disclaimer itu bahan evaluasi, bahwa memang ada sesuatu yang hal yang ternyata perlu diperbaiki secara fundamental dan elementer di Gorontalo Utara,” tambahnya

Sebelumnya, Hamzah mengatakan, Dinas-dinas ini memang bekerja sangat teoritis, harusnya kata dia, sekarang itu berfikir lebih kreatif bukan bekerja sesuatu yang rutinitas, tapi harus ada loncatan-loncatan.

“Loncatan-loncatan itu yang biasa disebut dengan inovasi itu, terobosan-terobosan, ya mereka bekerja yang bagaimana, ngabisin duit aja, Ada Anggaran ngabisin duit, bikin program-program yang itu-itu juga,” imbuhnya

Tapi kata Hamzah lagi, di perencanaan inovasi daerah itu juga ada di sektor perencanaan pembangunan, apa inovasinya dan harus ada yang mengorganisir hal itu.

“Menurut saya ini juga bagian dari salah satu lupa, ketika Ridwan Yasin selaku Sekda yang harusnya mengorganisir, pemerintahan ini, Mengorganisir birokrasi ini sebagai dirijen, dari pada birokrasi dia terlalu asik dengan agenda-agenda lain,” ujarnya

“Ini kan kejadiannya di tahun 2021 sekarang, Artinya itu masih dalam rentan kendalinya Ridwan Yasin, tapi karena dia juga tidak mampu untuk itu ya jadinya seperti ini,” sambungnya lagi

Namun lanjut Hamzah lagi, jangan saling menyalahkan juga, Bupati dan Wakil Bupati harus evaluasi, terhadap seluruh perangkatnya.

“Kalau memang perangkatnya ini tidak memiliki pikiran terobosan-terobosan, pikiran-pikiran cerdas, ya ganti jangan itu-itu lagi,” pungkasnya (Prin/Adv)