Gubernur Gorontalo Apresiasi Festival Kaaruyan Etnis Minahasa

Gubernur Gorontalo Apresiasi Festival Kaaruyan Etnis Minahasa

28/07/2019 23:33 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama isteri Idah Syahidah Habibie saat menghadiri Festival Kaaruyan di Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Ahad (28/7/2019).

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut menghadiri Festival Kaaruyan oleh warga etnis Minahasa di Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Ahad (28/7/2019).

Festival Kaaruyan yang dimulai sejak Kamis (25/7/2019) ini diisi dengan sejumlah acara di antaranya karnaval dan pagelaran seni budaya, seminar budaya serta Kaaruyan Open Turnament PUBG 2019 yang diikuti oleh peserta dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

“Festival ini membuktikan bahwa Gorontalo terdiri dari beragam etnis, suku dan agama. Salah satunya suku Minahasa dengan identitas agama Kristiani. Ini menjadi kekuatan kita yang diikat oleh 4 Pilar Kebangsaan,” kata Gubernur Rusli Habibie didampingi Bupati Boalemo Darwis Mooridu serta Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Pusat Rudy Sumampouw.

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga mengapresiasi kerukunan umat beragama yang ada di Gorontalo. Meski berbeda agama, suku dan budaya, namun senantiasa hidup rukun dan damai satu sama lain.

“Saya sangat salut dengan kerukunan ini. Tidak pernah saya dengar ada masalah berbau SARA. Tidak pernah ada. Ada Minahasa, Sangihe, Jawa, Arab, China, semua ada di Gorontalo. Kita punya komitmen pemerintah provinsi, kabupaten/kota sampai desa melayani dengan sepenuh hati dengan semboyan torang samua basudara,” kata Gubernur Rusli Habibie.

Gubernur pun mendukung penuh pelaksanaan Festival Kaaruyan. Bahkan, dia memerintah Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk mencatat sebagai agenda tahunan pariwisata Gorontalo tahun 2020 nanti.

Sebelumnya, Kepala Desa Kaaruyan, Ronal Ch Rampi mengatakan bahwa festival ini merupakan yang kali kedua dilaksanakan. Tujuannya untuk menjaga eksistensi pelestarian keragaman budaya di Kaaruyan.

“Sebab sebagaimana diketahui, desa kami menjadi salah satu desa wisata budaya di Boalemo,” kata Ronal Ch Rampi.(usman)