Gubernur Gorontalo Pamer Aplikasi SimASN ke Bos BKN, Ini Kegunaannya

Gubernur Gorontalo Pamer Aplikasi SimASN ke Bos BKN, Ini Kegunaannya

02/03/2021 14:04 0 By Alex

Gubernur Gorontalo SimASN

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi kepala BKN RI Bima Haria Wibisana saat meluncur aplikasi SimASN, Selasa (2/3/2021). (F. Salman)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SimASN) generasi keempat versi 1.0, Selasa (2/3/2021).

Aplikasi yang dikembangkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo itu diperkenalkan Rusli di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana terkait pinjam pakai kantor UPT BKN yang berlokasi di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Sebelumnya, SimASN digunakan untuk layanan kepegawaian seperti pengurusan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun maupun layanan lainnya.

Untuk saat ini SimASN baru bisa diakses di bkd.gorontaloprov.go.id sebelum aplikasinya siap untuk diunduh di playstore atau appstore di gawai masing-masing ASN.

“Pada hari ini Selasa, 2 Maret 2021, saya Gubernur Gorontalo melaunching Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara. Semoga dapat membantu kita semua, khususnya para ASN,” ujar Rusli didampingi Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana.

Dikatakan Rusli, urusan kepegawaian sulit jika tidak dibantu dengan sistem informasi berbasis data yang terintegrasi. SimASN diharapkan bisa memangkas waktu dan mempermudah urusan kepegawaian.

“Memang urusan kepegawaian ini sangat ruwet. Apalagi kalau mengurus kenaikan pangkat, pensiun dan lain-lain. Alhamdulillah tadi sudah dilaporkan kepala BKD sekarang sudah pakai sistem. Sehingga tidak ada yang datang (mengurus) bahkan jauh-jauh hari sudah ada warning ke masing-masing ASN lewat HP,” sambung Rusli.

Terpisah, Kepala BKD Provinsi Gorontalo, Zukri Surotinojo menjelaskan, SimASN merupakan pengembangan dari Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg). Keunggulan dari aplikasi ini yakni terintegrasi dengan aplikasi SAPK milik BKN dan OPD lain yang berbasis data pegawai.

“Tujuannya terjadi pertukaran data antar aplikasi yang melewati pintu masing-masing secara khusus agar tidak terjadi kekacauan data dalam menyimpan dan mengolah data setiap harinya,” jelas Zukri.(adv/alex)