Hadiri RAT KSP Husada, Bupati Indra: Sesuaikan Pinjaman dengan Kemampuan Nasabah

Hadiri RAT KSP Husada, Bupati Indra: Sesuaikan Pinjaman dengan Kemampuan Nasabah

24/02/2020 21:11 0 By Maman

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin menghadiri RAT KSP Husada.

Hulondalo.id – Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengingatkan para pengurus koperasi. Khususnya terkait jumlah pinjaman nasabah yang akan disetujui, disesuaikan dengan pendapatan nasabah.

“Lihat kemampuannya, misalnya pegawai negeri sipil gajinya berapa, yang diterima perbulan berapa, jangan kita memberikan pinjaman melampaui dari kesanggupannya, jadi harus sesuaikan dengan kemampuan,” tutur Bupati.

Bukan tak mungkin kata Bupati, nasabah tersebut sebelumnya sudah melakukan hal yang sama ditempat lain. Ini tentu bisa membuat nasabah kesulitan untuk membayar pinjamannya.

Karenanya kata Bupati dalam Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Husada di Aula Kantor Puskesmas Molingkapoto, Senin (24/2/2020), seluruh anggota agar tidak hanya memperbanyak pinjaman dan menyimpan, juga harus disiplin tepat waktu membayar hutang tersebut.

“Sisa hasil usaha koperasi di dapat dari pinjaman, dan kalau tidak mengajukan maka tidak ada sisa hasil usaha, jadi sisa hasil usaha itu di dapat dari berapa banyak dia mengajukan pinjaman, tapi dengan catatan jangan lupa dia membayar pinjaman,” tandasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengatakan, perkembangan sebuah KSP dapat dilihat dari Rapat Anggota Tahunan yang dilaksanakan oleh pengurus koperasi setiap tahunnya.

“Mengetahui koperasi itu sehat, salah satunya pada waktu pelaksanaan RATnya di bulan Januari hingga Maret, itu namanya koperasi yang sehat,” ungkap Bupati.

Jika RAT digelar melewati waktu tersebut, bisa dikatakan koperasi tersebut bermasalah dan mengalami kendala kredit anggota yang macet.

“Koperasi yang bermasalah misalnya karena ada pinjaman atau kredit anggota yang macet, dia pinjam tapi tidak dikembalikan, ada utang beku istilahnya kalau di koperasi, utang beku itu tidak bergerak, juga tidak pernah dibayar,” ujarnya. (Prin/Adv)