Hand Sanitizer Berbahan Cap Tikus, Halal atau Haram? Ini kata Ulama

Hand Sanitizer Berbahan Cap Tikus, Halal atau Haram? Ini kata Ulama

28/03/2020 20:53 0 By admin

Ketua MUI Provinsi Gorontalo Abdurrahman Abubakar Bahmid.

Hulondalo.id – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus corona (covid-19). Termasuk memanfaatkan minuman beralkohol tradisional seperti cap tikus untuk diolah kembali menjadi hand sanitizer. Pertanyannya, apakah hand sanitizer oplosan itu halal digunakan oleh umat Islam? padahal itu jelas dalam agama hukumnya haram kalau dikonsumsi, dan jadi najis jika terkena dikulit atau pakaian.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Ustadz Abdurrahman Abubakar Bahmid menjelaskan, pada dasarnya penggunaan cap tikus atau minuman beralkohol, mayoritas ulama mutlak menyatakan itu najis, jika dipakai untuk penggunaan luar (tidak diminum).

“penggunaan cap tikus, whiskey atau minuman beralkohol lainnya yang dalam bahasa agama disebut dengan khamar, bisa dikatakan para ulama mayoritas mutlak, menyatakan najis,” ungkapnya, Jumat (27/3/2020).

Namun ada pengecualian. Pertama, berdasarkan riwayat dari Rabiah seorang Alim, guru dari Imam Malik dan seorang Alim mujtahid dari Imam Daud pendiri mazhab Az-Zahiri, dikatakan bahwa, khamar atau minuman beralkohol memang haram, tapi tidak bersifat najis jika untuk penggunaan luar.

Kedua, saat ini penggunaan hand sanitizer sangat dibutuhkan masyarakat, namun stoknya sangat langka. Nah, dalam bahasa fiqih (ilmu tentang hukum Islam), kebutuhan yang mendesak itu berkedudukan sama dengan hal yang darurat.

“Dengan dua alasan tersebut, setelah berdiskusi dengan beberapa Ustad, maka kami ingin menyampaikan ini boleh, tapi harus diolah dengan cara yang benar sehingga efektif dimanfaatkan sebagai hand sanitizer dan harus dilakukan secara profesional,” tutup Bahmid. (zhk)