Harga Rica Tembus Rp 100 Ribu Jelang Ramadhan, BI Gorontalo Ungkap Penyebabnya

Harga Rica Tembus Rp 100 Ribu Jelang Ramadhan, BI Gorontalo Ungkap Penyebabnya

31/03/2021 11:22 0 By Alex

Bank Indonesia BI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto. (f. dok hms BI)

Hulondalo.id – Bulan suci Ramadhan kurang dari 3 pekan lagi. Namun harga komoditas utama di Gorontalo, seperti rica atau cabai rawit sudah meroket.

Per hari ini, Rabu (31/3/2021), harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo rata-rata sudah menembus angka Rp 100 Ribu per Kg. Sedangkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional, rata-rata harga cabai rawit di Gorontalo mencapai Rp 96.650 per Kg.

Jika tidak diantisipasi, kenaikan harga komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Gorontalo ini akan terus melejit.

Hal itu diakui Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto. Dia pun menyebut, tren peningkatan harga komoditas cabai rawit berpotensi berdampak pada capaian inflasi Ramadhan dan Idul Fitri yang diprakirakan mencapai puncaknya pada April-Mei 2021.

Dikatakan Budi, berdasarkan informasi dari dinas terkait yang dihimpun dari pedagang pasar tradisional dan pengepul, penyebab tingginya harga cabai rawit Gorontalo yang terjadi sejak Januari 2021 ini karena kurangnya produksi akibat gagal panen.

Kata dia, produksi berkurang karena ada peralihan musim dari musim hujan ke arah musim kemarau sehingga mengakibatkan serangan hama dan penyakit di beberapa daerah sentra cabai rawit di Gorontalo.

“Permintaan dari luar daerah juga cukup tinggi, seperti dari wilayah Kalimantan dan Ternate karena di daerah itu dipengaruhi bencana alam,” kata Budi.

Pihaknya bersama pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah tren peningkatan harga komoditas utama. Salah satunya melakukan operasi pasar yang dimaksudkan untuk menekan tingkat harga komoditas utama seperti cabai rawit, bawang merah, beras dan minyak goreng

“Ke depan, operasi pasar ini cakupannya akan diperluas hingga ke 5 kabupaten menjelang Ramadhan,” sebut Budi Widihartanto.

Meski demikian, Budi mengaku tetap optimis inflasi Gorontalo sepanjang Tahun 2021 masih akan tetap terjaga pada kisaran target 3% plus minus 1% seiring dengan base year effect yang rendah.(Alex)