Hari Guru Nasional Diwarnai Talkshow Museum Gorontalo

Hari Guru Nasional Diwarnai Talkshow Museum Gorontalo

25/11/2021 23:16 0 By Maman

Talkshow Museum Gorontalo HGN 2021

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 tingkat Provinsi Gorontalo, dimanfaatkan UPTD Museum Purbakala menggelar Talkshow Museum Gorontalo. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2021, diwarnai dengan Talkshow Museum Purbakala Gorontalo.

Talkshow Museum Gorontalo kata Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, diantara upaya melibatkan para guru untuk memanfaatkan museum, sebagai media pengenalan sejarah dan kebudayaan daerah Gorontalo.

Wahyudin juga mengatakan, dari talkshow ini, semoga para guru khususnya, guru sejarah disemua tingkatan sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo, dapat memaksimalkan museum sebagai media pembelajaran.

“Juga sebagai media untuk menghayati peradaban Gorontalo, sehingga peserta didik dapat mengenali daerah sendiri dan menghargai keanekaragaman budaya Gorontalo yang sangat bernilai,” kata Wahyudin.

Talkshow tersebut menghadirkan pemateri Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili dan Ketua Jurusan Sejarah UNG, Toni Mondong.

Selain talkshow, peringatan HGN yang dihadiri Wagub Gorontalo, Idris Rahim ini, sebelumnya telah menggelar beberapa kegiatan seperti, Webinar Nasional Penguatan Karakter, Teaching Day, Lomba Debat Guru, Lomba Menulis Surat dari Guru untuk Siswa, Satu Guru Satu Video untuk Gorontalo, dan Gerakan Menanam Pohon.

Pelaksanaan Webinar kata Wahyudin, kerjasama dengan Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek RI yang diikuti 740 orang guru SMA/SMK/SLB se Provinsi Gorontalo. Webinar kata Wahyudin, upaya menguatkan peran guru dalam penguatan karakter peserta didik menghadapi revolusi Industry 4.0 dan Society 5.0.

“Untuk pelaksanaan Teaching Day, kami mewajibkan pejabat esselon II, III dan IV masuk ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan peserta didik, mengajar/membimbing, tujuannya, agar para pejabat di Dinas Dikbudpora mampu berempati, mampu turut merasakan betapa tidak mudahnya menjadi guru yang setiap hari berdiri di depan kelas,” ujar Wahyudin.

Wahyudin juga mengatakan, debat guru yang digelar tahun ini, mungkin baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Gorontalo bahkan di Indonesia. Biasanya kata di, guru membimbing siswa dalam lomba debat. Namun kali ini, guru sendiri yang mengikuti lomba debat. (Adv)