Hari Kedua Aksi Penolakan UU Cipta Kerja di Gorontalo Diwarnai Aksi Solidaritas

Hari Kedua Aksi Penolakan UU Cipta Kerja di Gorontalo Diwarnai Aksi Solidaritas

09/10/2020 20:49 0 By Alex

Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Seorang personel Polwan Polda Gorontalo saat membagi-bagikan masker kepada para mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di bundaran patung Saronde, Kota Gorontalo, Jumat (9/10/2020).

Hulondalo.id – Hari kedua aksi unjuk rasa mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di pusat Kota Gorontalo diwarnai dengan aksi solidaritas antara aparat keamanan dan mahasiswa, Jumat (9/10/2020).

Selain membagi-bagikan masker hingga air mineral kepada mahasiswa yang sedang berunjuk rasa, terlihat pula aksi bersih-bersih sampah antara aparat keamanan dan mahasiswa usai menggelar aksinya di sekitar bundaran patung Saronde, Kota Gorontalo.

Aksi bagi-bagi masker yang dilakukan oleh para anggota Polwan Polda Gorontalo ini tidak lain untuk mencegah munculnya klaster baru penularan Covid-19 saat unjuk rasa berlangsung.

“Alhamdulillah, unjuk rasa hari ini berjalan dengan aman dan lancar. Bahkan di akhir unjuk rasa, personel gabungan pengamanan dan mahasiswa secara bersama-sama membersihkan sisa sampah bekas air minum oleh para demonstrasi. Ada juga pembagian masker dan air mineral dari Polwan,” ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Wahyu juga mengakui, di tengah para mahasiswa menyampaikan orasinya, ditemukan 2 oknum remaja yang berniat ingin melakukan provokasi. Namun niat tersebut berhasil dicegat dan diamankan oleh Tim Buser Polres Gorontalo Kota.

Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Aksi solidaritas bersih-bersih sampah oleh mahasiswa bersama anggota polisi usai unjuk rasa menolak Omnibus Law di Kota Gorontalo.

“Kami dari pihak kepolisian turut berterima kasih kepada para mahasiswa yang melakukan aksi demo hari ini dengan aman dan lancar, tanpa ada kekacauan dan gesekan antara personel Polri dengan mahasiswa,” tandas Wahyu.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa kali ini kembali menolak UU Cipta Kerja dan menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah bersama DPR RI. Pasalnya, menurut mahasiswa, DPR yang sejatinya mewakili rakyat tidak lagi menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat.

“Kita ketahui bersama bahwa presiden kita saat ini sudah tidak lagi memperjuangkan hak dan suara rakyat Indonesia, maka kita serukan turunkan sekarang juga Presiden Republik Indonesia,” seru Ketua Forum Pemuda Gorontalo, Fian Hamzah dalam orasinya.(Alex)