Hari Pertama Perbatasan Ditutup, Gubernur Sulut dan Gorontalo Pertegas Larangan Mudik

Hari Pertama Perbatasan Ditutup, Gubernur Sulut dan Gorontalo Pertegas Larangan Mudik

06/05/2021 21:20 0 By Alex

Gubernur Gorontalo- Gubernur Sulut- Perbatasan

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai di sela-sela peninjauan perbatasan kedua daerah sehubungan larangan mudik lebaran, Kamis (6/5/2021).

Hulondalo.id – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersua saat sama-sama meninjau posko perbatasan darat 2 daerah, yakni di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara (Gorut) dan Kecamatan Pinogaluman, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kamis (6/5/2021).

Dua orang nomor satu di Sulut dan Gorontalo itu pun kompak mendukung larangan mudik lebaran yang dicetuskan Presiden RI Joko Widodo.

“Saya kira apa yang sudah kita lihat di 2 posko pengamanan ini sudah berjalan dengan baik,” kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Berbeda dengan tahun lalu waktu kita melakukan pembatasan, terjadi kemacetan yang sangat panjang. Saya kira ini koordinasi yang baik antara provinsi sehingga berjalan sesuai dengan harapan dari pemerintah,” sambung politisi PDIP itu.

Sebelumnya, hari ini merupakan hari pertama ditutupnya perbatasan kedua wilayah. Larangan mudik lebaran ini pun akan berlaku sampai tanggal 17 Mei 2021 mendatang.

Dari pantauan di perbatasan, puluhan aparat gabungan berjaga. Wilayah perbatasan pun terlihat sepi tanpa adanya kendaraan yang berusaha menerobos di antara 2 daerah, kecuali kendaraan logistik.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pun melihat kepatuhan masyarakat terhadap larangan mudik lebaran cukup baik.

Hal ini berarti koordinasi yang dilakukan berjalan dengan baik. Berbeda saat hanya Provinsi Gorontalo yang melakukan PSBB, kemacetan panjang terjadi di sekitar wilayah perbatasan.

“Kami senang masyarakat akhirnya patuh pada aturan ini. Walaupun masih banyak yang nyinyir, mengata-ngatai kinerja kami. Tapi tidak apa-apa, ini semua demi keselamatan,” ketus Rusli.

Baik Gubernur Sulut dan Gubernur Gorontalo, mereka pun berharap agar situasi kondusif di semua titik perbatasan bisa berlangsung hingga tanggal 17 Mei mendatang.

Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk mudik lebaran, kecuali yang sudah dibolehkan sesuai ketentuan.

Asal tahu saja, kendaraan yang diizinkan masuk pada masa mudik ini adalah yang memuat logistik maupun bahan dagangan. Itu pun harus memenuhi persyaratan seperti membawa surat tugas dan hasil tes antigen Covid-19.

Jika tidak ada, diwajibkan menjalani tes antigen Covid-19 yang telah disediakan di tiap-tiap posko perbatasan.(adv/alex)