Hari Purbakala Nasional ke 108, Darda: Lestarikan Budaya Gorontalo

Hari Purbakala Nasional ke 108, Darda: Lestarikan Budaya Gorontalo

14/06/2021 18:55 0 By Maman

Peringatan Hari Purbakala Prov Gorontalo 2021

Sekdaprov Gorontalo, Darda Daraba bersama Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili saat meperingati Hari Purbakala Tahun 2021. (foto:inkri)

Hulondalo.id – Meneruskan dan melestarikan budaya Gorontalo dilakukan Pemprov Gorontalo melalui Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, dengan menggelar lomba yang melibatkan siswa SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Lomba tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan belajar bersama di museum terbagi beberapa kegiatan yakni, belajar membuat upiah karanji, makanan tradisional, tiliaya, membuat jalamba, melukis koleksi museum, dan beladiri langga.

Sekdaprov Gorontalo, Darda Daraba mengatakan, kegiatan ini meneruskan budaya Gorontalo dari nenek moyang. Dengan semangat purbakala kata dia, tingkatkan minat dan keterampilan peserta didik untuk kemajuan daerah, melalui kegiatan belajar bersama di museum dan lomba olahraga tradisional.

Sesuai PP nomor 66 tahun 2015 kata Sekdaprov, museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasikan kepada masyarakat Gorontalo.

“Kegiatan ini tak bisa dipisahkan, dan mempunyai kolaborasi sebagai upaya melestarikan dan menjaga seni dan budaya kearifan lokal daerah,” ungkapnya, Senin (14/6/2021).

Baginya, olahraga tradisional adalah mencari atlit-atlit berbakat untuk ajang Pornas, membina dan meningkatkan kreativitas siswa di bidang olahraga.

“Semoga belajar bersama dan lomba memberikan nuansa yang baik, sekaligus inspirasi baru bagi seluruh peserta untuk mengembangkan daerah dan sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin A. Katili mengatakan, kegiatan bersama di museum merupakan salah satu program kerja OPD yang dipimpinnya, UPTD museum Purbakala.

Melalui kegiatan ini juga kata dia, salah satu upaya memperkenalkan museum Gorontalo lebih luas ke masyarakat.

“Pemilihan kegiatan belajar bersama sangat penting mengingat perkembangan era digital menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal,” jelasnya.

“Bahkan, saat ini kita kekurangan pengrajin dan budayawan khas Gorontalo, jika tidak ada upaya yang melakukan regenerasi,” sambungnya.

Ia mengharapkan, kegiatan ini mampu menciptakan regenerasi bagi siswa SMA/SMK, yang mampu menguasai budaya kearifan lokal yang berada di Provinsi Gorontalo. (Inkri/Adv)