Hebat! Gorontalo Terbaik Nasional Penanggulangan Malaria

Hebat! Gorontalo Terbaik Nasional Penanggulangan Malaria

02/03/2019 00:10 0 By Alex

Dinas kesehatan provinsi gorontalo

Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Reyke Uloli ketika menerima penghargaan Kinerja Program Malaria Terbaik 2018 oleh Dirjen P2P Kemenkes RI, Anung Sugihantono saat Rakontek di Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Hulondalo.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terkait Kinerja Program Malaria Terbaik 2018.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari peran seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dalam upaya melaksanakan program pencegahan dan pengendalian, khususnya penyakit malaria.

“Ini adalah penghargaan atas kinerja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo,” ujar Reyke Uloli, Jumat (1/3/2019).

Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, salah satu faktor penilaian Kemenkes RI adalah capaian indikator ketepatan dan kelengkapan pelaporan pogram malaria yang menggunakan aplikasi sistem informasi surveilans malaria berbasis online.

Menurut Reyke, semua fasilitas kesehatan di kabupaten/kota baik itu melalui Puskesmas hingga rumah sakit sudah mampu menggunakan pelaporan berbasis online tersebut. Dengan demikian, seluruh kasus malaria di Provinsi Gorontalo langsung dilaporkan dengan cepat melalui aplikasi tersebut.

“Semuanya sudah 100 persen pelaporannya online melalui aplikasi SISMAL (Sistem Informasi Surveilans Malaria). Setiap fasilitas kesehatan baik rumah sakit hingga puskesmas mampu melakukan notifikasi setiap kasus malaria yang ditangani sehingga petugas dengan cepat menindaklanjutinya dengan penyelidikan epidemiologi dengan metode 1-2-5,” urai Reyke.

Bicara soal aplikasi SISMAL tersebut, sejauh ini diakui belum memiliki kendala yang berarti baik di puskesmas maupun rumah sakit. Namun, pihaknya akan berupaya terus memaksimalkannya lagi, terutama ketika terjadi pergantian petugas di fasilitas kesehatan.

“Kami (Dinas Kesehatan), baik dari provinsi maupun kabupaten/kota akan segera melakukan on the job training kepada petugas baru,” pungkas Reyke.(usman)