Hentikan Aksi Setrum Ikan, Desa Minggirsari Optimalkan Potensi Alam Wisata Ngeli Ban

Hentikan Aksi Setrum Ikan, Desa Minggirsari Optimalkan Potensi Alam Wisata Ngeli Ban

25/11/2020 22:27 0 By Maman

Wisata Ngeli Ban

Wisata Ngeli Ban di Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Ekowisata dengan menyusuri pingggiran sungai Brantas, diwujudkan Pemerintah Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Blitar. Wisata yang dikenal dengan sebutan Ngeli Ban ini bagi dari upaya konservasi dan meningkatkan kualitas lingkungan di desa/kelurahan di Kabupaten Blitar.

Desa Minggirsari, salah satu contoh desa yang berhasil melakukan konservasi alam, dan memanfaatkan potensi alam, menjadi salah satu destinasi wisata di kabupaten Blitar dan Jawa Timur.

“Alam ini harus kita jaga dan dilestarikan, agar memberikan manfaat bagi kita semua, dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam hal ini Disparbudpora, melalui pendampingan sangat membantu desa Minggirsari dalam upaya mewujudkan ekowisata alam ini,” kata Kades Minggirsari, Eko Hari Adi.

Eko juga mengatakan, regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) melarang penangkapan ikan dengan racun atau setrum sudah diterapkan 3 tahun belakangan ini. Begitu juga larangan menembak burung, sanksi tegas menanti jika dilanggar.

Kepala Desa Minggirsari, Eko Hari Adi.

Ungkapan Proklamator, Ir. Soekarno menjadi salah satu mitovasi baginya untuk mengembangkan potensi ini. “Ketika dihati kita punya tekad yang kuat maka alam akan mendukung kita”.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Arinal Huda mengatakan, Wisata Ngeli Ban disarankan untuk melakukan penataan wahana melalui koordinasi dengan otoraritas pengelolaan sungai, BBWS Brantas dan Perum Jasa Tirta.

“Pengelolaannya disarankan membentuk lembaga Pokdarwis dan melibatkan BUMDes, jika diperlukan penyertaan modal, nantinya bisa menjadi aset investasi desa untuk kesejahteraan masyarakat desa Minggirsari dan pendapatan desa,” ungkap Arinal.

Yang terpenting dan diutamakan dari wisata berupa susur sungai Brantas dan kintir ban ini adalah, aspek keamanan. SDM yang terlatih & tersertifikasi serta jasa asuransi untuk pengguna wahana tersebut juga perlu diseriusi.

Untuk promosi dan pemasaran kata Arinal, akan dibantu oleh Disparbudpora, seperti halnya yang dilakukan terhadap wisata lainnya yang ada di Kabupaten Blitar. (Anang/Kmf/Adv)