HET LPG Gorontalo Utara Dibagi 3 Klaster, Wabup: Penyaluran Butuh Pengawasan

HET LPG Gorontalo Utara Dibagi 3 Klaster, Wabup: Penyaluran Butuh Pengawasan

18/03/2020 12:03 0 By Maman

Wabup Gorontalo Utara Thariq Modanggu memimpin rapat sosialisasiHET Tabung LPG untuk wilayah Gorontalo Utara. (hms)

Hulondalo.id – Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung LPG 3 kilogram di Gorontalo Utara telah ditetapkan. Besaran harga dibagi dalam tiga klaster menurut kecamatan yang ada di daerah ini.

Klaster 1 meliputi Kecamatan Tolinggula, Biau, Sumalata, Sumalata Timur, Atinggola dan Gentuma. HET tabung LPG di klaster 1 ini, Rp. 22 ribu/tabung. Kemudian klaster 2 Kecamatan Ponelo Kepulauan dengan harga Rp. 23 ribu/tabung

“Klaster 3 masing-masing Kecamatan Anggrek, Kwandang, Tomilito dan Monano, HET per tabung Rp. 20 Ribu,” kata Wabup Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Selasa (18/3/2020), dalam rapat sosialisasi (HET) LPG 3 Kg serta penyerahan SK Bupati HET 2017 dan Edaran Gubernur Terhadap BBM Jenis Tertentu (Solar), BBM khusus penugasan (JBKP).

Wabup juga mengatakan, ada beberapa persoalan yang terungkap dalam rapat tersebut terkait proses distribusi tabung LPG dilapangan.

“Subsidi yang tidak tepat sasaran, sistem distribusi yang rawan penyelewengan, harga tidak sesuai het, terjadi penggelapan, kelangkaan antrian dan lain-lain,” ujarnya.

“Nah ini yang membutuhkan sistem pengendalian dan pengawasan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan beberapa unsur terkait,” tambahnya.

Sebagai contoh kata Wabup, dalam sosialisasi memang perlu komunikasi dan pengetahuan yang sama antara Hiswana Migas yang membawahi seluruh pengusaha swasta dan juga agen. Misalnya kata dia, soal kebutuhan LPG rumah tangga dan UMKM.

Agen kata dia, dalam menyalurkan tabung LPG, tergantung kepada rumah tangga apakah mengisi format kebutuhan rumah tangga, atau UMKM. Itu menurutnya, tidak tepat. Dalam regulasi, UMKM merupakan usaha yang dibolehkan itu adalah 50 juta pertahun.

“Bagaimana bisa terbaca itu kalau diserahkan begitu saja kepada dia memilih, apakah kebutuhan rumah tangga atau tidak, tidak bisa begitu,” kata Wabup lagi.

Sehingga kata Wabup, Bagian Ekonomi berkoordinasi dengan Perindagkop. Kurang lebih 3000 UMKM di Gorontalo Utara sebarannya ditingkat desa, dan pengambilan LPGnya di bagian mana itu yang belum ada.

“Saya juga akan undang perindagkop untuk mendata sebaran UMKM, alamatnya dimana, pangkalan mana, kalau tidak didata, ini menjadi celah adanya kelangkaan, kekurangan dan lain-lain,” tandasnya. (Prin/Adv)