Hingga 2022, Alokasi Anggaran Masih Fokus Tangani Pandemi

Hingga 2022, Alokasi Anggaran Masih Fokus Tangani Pandemi

25/04/2021 20:48 0 By Syakir

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim

Hulondalo.id – Hingga masuk tahun 2021, belum ada tanda tanda pandemi covid-19 akan berakhir. Pemerintah Provinsi Gorontalo pun, masih akan menempatkan upaya penanganan pandemi ini, sebagai program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hingga tahun 2022.

“Tahun 2022 nanti pandemi COVID-19 belum akan usai sepenuhnya. Oleh karena itu mau tidak mau harus ada penyesuaian besar-besaran dalam menyikapi pandemi ini,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim, saat membuka Musrenbangda tahun 2021 tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Jumat (23/4/2021).

Idris mengutarakan, ada tiga hal penting yang menjadi fokus alokasi anggaran, sesuai arahan pemerintah pusat dan kondisi lapangan. Pertama, pembiayaan sektor kesehatan, pemulihan ekonomi hingga penanggulangan kebencanaan.

Sedangkan untuk sektor infrastruktur, akan mengutamakan pada kebutuhan dasar, seperti air bersih, sanitasi, permukiman, jalan, serta saluran irigasi.

“Di sektor ekonomi, bersama-sama kita melakukan pemulihan ekonomi, penguatan ketahanan pangan, perluasan lapangan kerja, peningkatan diversifikasi usaha, serta peningkatan sektor UMKM lokal dan pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Sugeng Hariyono, pada kegiatan itu memaparkan arah penanganan COVID-19 di Provinsi Gorontalo yang dibagi dalam tiga fokus kebijakan, yaitu pemulihan ekonomi, peningkatan belanja infrastruktur daerah, serta sinergi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Sugeng menjelaskan, pemulihan ekonomi difokuskan pada pembangunan infrastruktur, aksesibilitas dan konektivitas kawasan sentra pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan perbaikan fasilitas layanan tertentu, perbaikan sistem pelayanan investasi daerah, serta melanjutkan beberapa program Dana Alokasi Khusus prioritas yang ditunda pada tahun 2020.

Pada peningkatan belanja infrastruktur daerah, fokus kebijakan antara lain meliputi pemanfaatan pembiayaan kreatif seperti pinjaman daerah, Kerja sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha, serta pembangunan infrastruktur melalui mekanisem kerja sama antar daerah. (adv)