Hujan Mulai Turun, Harga Tomat Tembus Rp 20.000,- per Kg

Hujan Mulai Turun, Harga Tomat Tembus Rp 20.000,- per Kg

20/06/2019 14:19 0 By Alex

Terbatasnya stok tomat membuat harganya melejit di pasar tradisional Limboto, Kamis (20/6/2019). Namun ibu-ibu protes karena kondisi tomat yang belum matang meski sudah siap panen.

Hulondalo.id – Para pedagang sayuran mengeluhkan naiknya harga tomat sejak beberapa hari terakhir ini. Di tingkat pengecer saja, harganya mencapai Rp 20.000,- per Kg.

Pantauan Hulondalo.id di pasar tradisional Limboto, Kabupaten Gorontalo, harga tomat dipatok mulai Rp 15.000,- hingga Rp 20.000,- per Kg. Padahal saat harganya normal, tomat hanya dijual rata-rata Rp 8.000,- per Kg saja. Akibat mahalnya harga tomat, rata-rata pedagang membatasi stok.

“Biasanya saya pe bos ambil stok sampai 60 Kg per hari, sekarang hanya 25 Kg saja,” ujar Umar Pou, pedagang barito (bawang, rica, tomat) di pasar tradisional Limboto, Kamis (20/6/2019).

Senada juga diungkapkan Kifli Utina, pedagang setempat. Menurutnya, stok dari petani yang ada sekarang bahkan banyak yang belum matang meski sudah siap panen. Pasalnya, ibu-ibu lebih suka dengan tomat yang merah-merah.

“Sekarang banyak yang masih ijo-ijo (hijau),” katanya.

Kondisi ini tidak lain karena hujan yang menguyur wilayah Gorontalo beberapa hari terakhir ini. Menurut Kifli, para petani mengeluh karena banyak hasil panen mereka berguguran karena hujan. Bahkan, ada petani yang mengaku terkena dampak banjir bandang.

Zohra Mahmud, salah seorang ibu rumah tangga pun protes. Dia bilang, harga tomat seperti ini sangatlah tidak wajar.

“Padahal rica (cabe rawit) harganya turun, kenapa tomat naik? Yang merah-merah harganya Rp 20.000,- per Kg. Yang ijo-ijo (hijau) Rp 15.000,-. Jadi saya beli setengah saja hanya cukup paling lama 3 hari saja,” katanya.(Ika)