IDI Gorontalo Masih Kategori Sedang, Darda: Sudah Mendekati Baik

IDI Gorontalo Masih Kategori Sedang, Darda: Sudah Mendekati Baik

29/04/2019 22:33 0 By Alex

Indeks Demokrasi Gorontalo

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba saat memberikan sambutan pada FGD Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Gorontalo Tahun 2017 yang digelar di Hotel Grand Q, Senin (29/4/2019).

Hulondalo.id – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba berharap agar kedepan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Gorontalo pada Tahun 2018 bisa lebih baik sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan di bidang politik dan demokrasi di Provinsi Gorontalo.

Ungkapan Sekretaris Daerah Darda Daraba tersebut disampaikan usai pemaparan IDI Provinsi Gorontalo 2017 yang mengalami kenaikan.

Sebelumnya, pada Forum Group Discussion (FGD) IDI Provinsi Gorontalo yang diprakarsai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada 2017 mencapai 73,92% dengan kategori sedang. Sementara pada Tahun 2012, IDI Gorontalo masih berkategori buruk dengan indeks di bawah 60%.

Terungkap, tingginya IDI Provinsi Gorontalo 2017 ditopang oleh 3 aspek, diantaranya aspek kebebasan sipil yang sudah berkategori baik dengan nilai 85,30 poin, aspek hak-hak politik sebesar 8,18 poin dengan kategori sedang, dan aspek lembaga demokrasi sebesar 68,73 poin dengan kategori sedang.

“Walaupun masih dalam kategori sedang, namun nilainya sudah mendekati kategori baik,” ketus Sekretaris Daerah Darda Daraba.

Terpisah, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati menyampaikan, tujuan FGD IDI tersebut untuk mengkonfirmasi dan melengkapi data kuantitatif hasil analisis surat kabar dan dokumen untuk memperoleh data IDI yang komprehensif.

“IDI dirancang dan disusun oleh dewan ahli yang berpengalaman dan berkompeten, ditambah tim yang terdiri dari stakeholder sehingga metodologi dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sementara untuk penyusunan IDI 2018, saat ini sudah memasuki tahap kedua dari 3 tahapan, masing-masing review surat kabar dan dokumen, FGD dan menjaring informasi yang lebih detail dari hasil FGD melalui wawancara.(usman)