Ijin Tata Ruang PT. PNM Belum Keluar, Makrus: Aktivitas Baiknya Dihentikan Sementara

Ijin Tata Ruang PT. PNM Belum Keluar, Makrus: Aktivitas Baiknya Dihentikan Sementara

27/08/2020 20:27 0 By Maman

Aktivitas pembangunan PT. PNM di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Ijin tata ruang belum dikantongi PT. PNM. Perusahaan yang bergerak dibidang pengecoran dan klaster batu (pemecah batu) ini, diminta Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung, untuk menghentikan sementara aktivitasnya.

“Kalau bisa berhenti dulu sementara hingga ijin tata ruang terbit, kalau tata ruangnya sudah sesuai, mungkin bisa berlanjut sambil mengurus ijin lainnya, karena kuncinya ditata ruang,” kata Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung, Makrus Manan, usai Sosialisasi di Balai Desa Rejoagung, Kamis (27/08/2020).

Makrus juga mengatakan, kemungkinan ada yang tidak klop antara Divisi Pembangunan dan Divisi Perijinan diinternal perusahaan yang berlokasi di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru ini. Akibatnya, ijin belum keluar, tapi pembangunan sudah berjalan 30%.

Makrus juga mengaku kaget, karena baru mendapat informasi berjalannya pembangunan pada pelaksanaan sosialisasi tersebut. Sebab kata dia, biasanya sosialisasi dilakukan sebelum pelaksanaan pembangunan. Jika masyarakat setuju, pembangunan dilaksanakan.

Makrus menyarankan, menghindari kemungkinan akan kerugian yang lebih besar, perusahaan yang diketahui mensuplai pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek ini, diminta menyelesaikan ijin tata ruangnya lebih dulu.

Ditempat yang sama, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tulungagung, Ferdi mengatakan, sebelum beroperasi, investor harusnya memberitahu perijinan ke Dishub Tulungagung.

“IMB belum ada, ijin tata ruang juga belum ada, kami harapkan ini segera diurus agar bisa segera berjalan,” katanya.

Ferdi juga menyarankan hal yang sama kepada perusahaan, untuk menghentikan dulu aktivitas pembangunannya.

Sementara itu, Manager Lapangan PT. PNM, Lukas mengatakan, keterlambatan sosialisasi karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Ia berjanji akan segera menyelesaikan kekurangan dalam perijinan. Sambil melengkapi perijinan ini, aktiitas pembangunan akan tetap berjalan.

“Yang terpenting, kami tidak beroperasi mengklaster batu,” jelasnya. (MO)