Ikut Diperiksa, Irwan Dai Beber Asal Mula Dugaan Keterangan Palsu RB

Ikut Diperiksa, Irwan Dai Beber Asal Mula Dugaan Keterangan Palsu RB

16/10/2020 23:07 0 By Syakir

Robin Bilondatu saat memberi keterangan ke wartawan, di kantor KPU Kabupaten Gorontalo, Selasa (13/10/2020).

Hulondalo.id – Sekitar 17 pertanyaan harus dijawab Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Irwan Dai, kepada penyidik Polres Gorontalo, terkait dugaan pemberian keterangan palsu oleh RB alias Robin di Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

“Saya diperiksa selama 2 jam sebagai saksi atas laporan Meys Kiraman terkait pemberian keterangan palsu oleh RB di Bawaslu. Dan ditanya apakah saya mengetahui pemberian keterangan palsu oleh RB, Saya pun jawab, benar,” ungkap Irwan Jumat (16/10/2020).

Kepada media, Irwan pun kembali menceritakan kronologis tentang dugaan pemberian keterangan palsu oleh RB di Bawaslu, terkait aduan dugaan pelanggaran oleh calon petahana.

Ceritanya berawal saat RB mengomentari postingan di grup Whatsapp Menara Gagasan, tentang kegiatan Bupati Gorontalo, dan Irwan pun ikut memberikan tanggapan dengan mengatakan, agar RB harus membedakan mna kegiatan pemerintah daerah dan mana kegiatan kampanye.

“jawaban Robin saat itu.. ah, ini yang keliru, mestinya dipahami beliau incumbent pak Waka (Wakil Ketua). Dan dibatasi dengan kewenangan seperti diatur PKPU,” terang Irwan mengutip komentar RB.

Dengan percakapan di grup whatsapp itu, Irwan meyakini RB sudah mengetahui peristiwa pembagian bantuan ke masyarakat oleh Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo pada tanggal 18 September 2020. Namun, kemudian di hadapan Bawalu RB mengaku mengetahui pemberian bantuan tersebut pada tanggal 30 September 2020, dan nanti melapor pada 1 Oktober 2020.

“Patut saya curigai dia (Robin, red) telah memberikan keterangan palsu. Sebab, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terkait formil waktu penerimaan persyaratan laporan,” terang Irwan.

Hal itu juga dibenarkan oleh anggota grup whatsapp Menara Gagasan lainnya. Rolly Maku misalnya, ikut memastikan kalau RB sudah memberikan keterangan palsu di Bawaslu.

“Robin mengetahui kegiatan itu pada tanggal 18 September 2020 bukan tanggal 30 September 2020. Bahkan, Robin Bilondatu pun sampai menyimpulkan, apa yang dilakukan Bupati melanggar PKPU Nomor 3 Tahun 2017,” tegas Rolly.

“Saat anggota grub Whatsapp saling memberi komentar tentang peristiwa itu, saya lihat dalam info komentar sekitar pukul 13.11 wita. Ketua Bawaslu (Wahyudin Akili) juga melihat pembahasan kami. Ini artinya dia pun mengetahui bahwa tanggal 18 September 2020, Robin Bilondatu mengetahui kegiatan tersebut,” tandas Rolly.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan saksi Rolly Maku mengaku tidak bisa memberikan komentar banyak.

“Saya tidak bisa banyak berkomentar terkait itu, karena itu laporan pidana umum bukan pelanggaran pemilihan. Kita tunggu saja kalau kepolisian memproses itu, berarti kita semua harus menghormati itu,” terang Wahyudin via telepon. (opin)