Imbas Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, 26.706 Warga Pohuwato Dicoret

Imbas Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, 26.706 Warga Pohuwato Dicoret

14/01/2020 17:31 0 By Yadin

Bupati Syarif bersama warga Pohuwato.

Hulondalo.id – Dampak kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahun 2020, daftar warga Pohuwato penerima bantuan iuran jaminan kesehatan diverifikasi kembali.

Hal ini dilakukan untuk memastikan lagi mereka yang dibiayai oleh pemerintah adalah kategori benar-benar miskin.

Nah di tahun 2019 kemarin, total penerima bantuan iuran jaminan kesehatan berjumlah 116.751 jiwa. Itu terdiri atas, 29.700 jiwa ditanggung oleh daerah lewat Jamkesda, 28.307 jiwa ditanggung pemerintah provinsi lewat Jamkesta serta 58.744 jiwa ditanggung oleh pemerintah pusat lewat Jamkesmas.

Untuk tahun ini, total penerima bantuan iuran jaminan kesehatan tinggal 90.045 jiwa. Artinya, ada 26.706 warga Pohuwato yang dikeluarkan alias dicoret.

Kepala Dinas Sosial Pohuwato, Achmad Djuuna menjelaskan, terjadi pengurangan angka penerima bantuan iuran karena beberapa sebab. Diantaranya, ada yang bukan lagi warga Pohuwato.

“Ada juga yang sudah meninggal dunia, ada yang sudah masuk kategori mampu, ada data ganda dan ada yang tidak dikenali oleh petugas saat melakukan pendataan,” jelas Achmad Djuuna kepada hulondalo.id, Selasa (14/1/2020).

Meski demikian, Achmad Djuuna menegaskan hal ini tak akan berimbas pada layanan kesehatan. Bagi warga Pohuwato yang BPJSnya nonaktif, tidak perlu khawatir.

“Jika ada masyarakat yang sakit dan sudah masuk rumah sakit, maka akan dibebankan pada dana talangan sambil menunggu proses penginputan pada BPJS kesehatan selama kurang lebih dua bulan menunggu masa aktif kartu jamkesda maupun jamkesta,” terangnya. (yadin/adv)