Imunogenisitas 96%, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Imunogenisitas 96%, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun

01/11/2021 23:13 0 By Maman

Keterangan Pers BPOM Vaksin Sinovac

Keterangan Pers disampaikan BPOM terkait penggunaan vaksin sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – BPOM menerbitkan izin untuk penggunaan Vaksin Sinovac pada anak usia 6 hingga 11 tahun. Penerbitan izin ini kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan pers, Senin (01/11/2021) secara virtual, merujuk pada hasil penilaian keamanan dan kekebalan yang ditimbulkan terhadap Covid-19. Sedangkan dari segi efikasi sama dengan efikasi uji klinis sebelumnya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kami dapat menyampaikan pengumuman telah diterbitkannya izin penggunaan vaksin Covid-19 dari vaksin Sinovac CoronaVac dan vaksin Covid-19 dari Bio Farma untuk anak usia 6-11 tahun,” ujar Penny.

Hasil uji klinis anak-anak ini lanjutnya, lebih pada aspek keamanan dan aspek imunogenisitasnya. Imunogenisitasnya menunjukkan persentase yang cukup tinggi, 96%.

“Aspek keamanan menunjukkan bahwa, vaksin ini aman untuk anak usia 6-11 tahun,” terang Penny.

Proses evaluasi vaksin ini juga kata Penny, dilakukan BPOM bersama tim ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan klinisi terkait lainnya.

Sebelumnya, BPOM telah mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac pada anak usia 12-17 tahun. Diterbitkannya izin penggunaan ini, maka vaksin Sinovac kata Penny lagi, dapat diberikan kepada anak 6-17 tahun dan juga orang dewasa.

“Kami yakin sekali bahwa, vaksinasi anak menjadi sesuatu yang urgen sekarang, apalagi pembelajaran tatap muka sudah dimulai,” ujar Penny.

Semakin banyaknya segmen anak yang dapat disuntik vaksin Covid-19, diharapkan akan lebih menambahkan kepercayaan dari para orang tua, untuk mengirimkan anaknya untuk pembelajaran tatap muka di sekolah.

Untuk pemberian vaksin anak di bawah usia 6 tahun kata Penny, masih diperlukan evaluasi lebih lanjut.

“Kita upayakan data-data yang lebih lengkap lagi, karena tentunya anak usia dini membutuhkan kehati-hatian yang lebih untuk kami memberikan izin bersama dengan tim evaluasi,” tandasnya. (setkabgoid)