Indahnya Tumbilotohe Berbentuk Lampion di Kompleks eks Kaputi Indah Dulalowo

Indahnya Tumbilotohe Berbentuk Lampion di Kompleks eks Kaputi Indah Dulalowo

01/06/2019 22:37 0 By Alex

Semarak tradisi Tumbilotohe di kompleks eks Kaputi Indah, Jalan Kenangan III, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo ini mengundang decak kagum oleh masyarakat sekitar. Tak sedikit warga ikut berswafoto di lokasi ini, tepatnya di tanah lapang depan Masjid Al Ikhlas.

Hulondalo.id –Ada yang berbeda pada tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di kompleks eks Kaputi Indah, jalan Kenangan III, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Sabtu (1/6/2019). Sedikitnya ada 700-an lampu botol yang dikemas berbentuk lampion menghiasi sebuah tanah lapang di depan Masjid Al Ikhlas setempat.

Ketua Rema Muda setempat sekaligus ketua panitia, Odiwar Mustapa mengatakan, pemasangan lampu lampion ini sejatinya sudah dilakukan selama 5 tahun berturut-turut dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat.

Namun diakui Odiwar, untuk tahun ke-6 ini sejatinya pemasangan lampion di lokasi tersebut nyaris tidak jadi digelar dengan alasan tidak ada anggaran.

“Sebenarnya tahun ini tidak akan kami laksanakan, karena tahun ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya dimana untuk pelaksanaan Tombilotohe kami dapat dana dari Karang Taruna. Tapi tahun ini dana tersebut tidak ada,” tutur pria yang akrab disapa Bucek ini.

Namun, berkat kerjasama dengan masyarakat setempat yang tidak ingin kebiasaan tersebut hilang, mereka pun akhirnya gotong royong untuk tetap bisa melakukan pemasangan lampu botol lampion ini. Bahkan, persiapannya pun hanya dalam kurun waktu 3 hari saja.

“Kami persiapkan ini hanya dalam waktu 3 hari, jadi kami kerja sampai sahur. Mulai dari dewasa, remaja sampai anak-anak, semuanya kita kerjasama,” akunya.

Lampu botol tumbilotohe dibuat seperti berbentuk lampion dan berbaris layaknya labirin ketika dilihat dari menara Masjid Al Iklhas. Rema muda setempat yang melaksanakan kegiatan ini melakukannya dengan dana sendiri secara gotong royong dan dibantu masyarakat sekitar.

Saat itu, dana yang terkumpul memang tidak seberapa, hanya berkisar Rp 2 Juta. Sementara untuk minyak tanah sendiri diperoleh dari bantuan masyarakat setempat. Sedikitnya, ada 75 liter minyak tanah yang terkumpul.

Hasil kerja keras rema muda ini pun patut dipuji. Lampion berjejer indah di depan Masjid Al Ikhlas. Jika dilihat dari atas menara masjid, lampu-lampu botol lampion ini tampak berbentuk seperti Labirin. Para pengunjung yang datang dapat mengambil foto sesuka hati tanpa dipungut biaya apapun. (Tri)