Ini 3 Kebijakan Pemprov Gorontalo Siaga Bencana Fenomena La Nina

Ini 3 Kebijakan Pemprov Gorontalo Siaga Bencana Fenomena La Nina

21/10/2020 15:27 0 By Alex

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat memaparkan 3 kebijakan dalam dalam penanggulangan bencana secara virtual, Selasa (20/10/2020). (F. Nova/humas)

Hulondalo.id – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo memaparkan 3 kebijakan dalam rangka penanggulangan bencana di daerah pada rapat koordinasi antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, Selasa (20/10/2020).

Pemaparan secara virtual itu dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, angin kencang) dan fenomena La Nina.

Adapun kebijakan pertama, yaitu meningkatkan kecepatan pelaksanaan fungsi komando, koordinasi dan pelaksana untuk mengerahkan anggaran dan logistik dalam keadaan darurat.

Kedua, meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan pasca bencana.

“Upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan pasca bencana perlu ditingkatkan. Memang ini tidak mudah, tapi kita harus laksanakan dan tingkatkan terus upaya bagaimana caranya supaya bisa memberdayakan masyarakat, tentunya dengan pemberian edukasi,” kata Darda.

Ketiga, fokus pada 100 desa/kelurahan yang rawan bencana. Sesuai data BPBD Provinsi Gorontalo, terdapat 100 desa/kelurahan rawan bencana di Provinsi Gorontalo, yakni 17 desa di Boalemo, Pohuwato 16 desa, Gorut 16 Desa, Kabgor 20 Desa, Bone Bolango 16 desa dan Kota Gorontalo ada 17 kelurahan.

“Implementasi kebijakan ketiga tentunya untuk mengurangi risiko bencana sebagai prioritas daerah. Ketika terjadi bencana, di benak kita itu sudah ada langkah strategis yang mudah untuk dikoordinasikan, dikomando dan mudah untuk menyalurkan logistik dalam keadaan darurat. Kemudian kalau sudah ada fokus, masyarakat juga kita sudah bisa batasi dalam area yang difokuskan ke dalam daerah rawan bencana,” terang Darda.

Sementara itu, Kepala BNPB Gorontalo, Sumarwoto mengimbau kepada masyarakat Gorontalo untuk waspada, terutama masyarakat yang ada di bantaran sungai dan tempat-tempat yang rawan longsor.

Diharapkan juga kesiapsiagaan BPBD Kabupaten dan Kota baik peralatannya, SDM dan juga logistik manakala ada keadaan darurat, BPBD cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Ancaman cuaca ekstrem di Gorontalo itu sendiri sudah mulai dari minggu kemarin, BMKG menyampaikan sampai bulan Januari nanti cuaca ekstrem, kemudian ancaman hujan di atas rata-rata masih berlangsung, sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk tetap waspada,” ungkap Sumarwoto.

“Kita siap untuk 1×24 jam, ada piket di BPBD untuk siaga bencana seperti minggu kemarin ada badai La Nina yang menerjang Gorontalo. Badai ini menimbulkan banyak pohon tumbang, nah ini perlu koordinasi penanganan yang tepat, karena pohon yang tumbang itu mengganggu arus lalu lintas dan juga bisa membahayakan warga,” tandasnya.(adv/alex)