Ini Dia Rincian 8 Program Unggulan Pemprov Gorontalo di Perubahan APBD 2019

16/07/2019 01:13 0 By Alex

Wakil Gubernur Idris Rahim saat menyerahkan pengantar KUA-PPAS untuk Perubahan APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2019 kepada Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf pada rapat paripurna, Senin (15/7/2019)

Hulondalo.id – Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Provinsi Gorontalo 2019 difokuskan pada 8 program prioritas.

Adapun 8 program prioritas itu diantaranya, pendidikan yang lebih berkualitas, kesehatan lebih prima, infrastruktur yang lebih merata, ekonomi kerakyatan lebih meningkat, pemerintah lebih melayani, agama dan budaya lebih semarak, pariwisata lebih mendunia, serta lingkungan hidup lebih lestari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim pada pengantar rancangan KUA-PPAS perubahan APBD pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (15/7/2019).

Di sektor pendidikan, kata Wakil Gubernur Idris Rahim, perubahan APBD diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia melalui program pemberian bantuan beasiswa akhir studi bagi mahasiswa miskin berprestasi, pemberian bantuan studi bagi para dokter spesialis dan tenaga medis, serta pemberian instentif bagi guru tidak tetap dan tenaga kependidikan.

Untuk bidang kesehatan, antara lain difokuskan pada pemberian jaminan kesehatan gratis pada penduduk miskin, tambahan premi BPJS, peningkatan pelayanan laboratorium kesehatan daerah, pencegahan dan penanggulangan resiko akibat krisis kesehatan.

Sementara pada sektor infrastruktur di antaranya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dasar berupa peningkatan jalan, irigasi, penataan pemukiman, serta air minum dan sanitasi. Sedangkan untuk program ekonomi kerakyatan diarahkan pada stabilisasi harga bahan kebutuhan bahan pokok melalui operasi pasar murah, pemberian bantuan pangan non tunai, serta pengembangan pertanian secara menyeluruh, serta usaha mikro kecil untuk peningkatan pendapatan masyarakat.

“Untuk program pemerintah yang lebih melayani kita akan fokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta sarana prasarana pada kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau Samsat,” jelas Wakil Gubernur Idris Rahim.

Untuk program unggulan agama dan budaya lebih semarak diantaranya diarahkan untuk pembiayaan kegiatan pembinaan dan pelayanan keagamaan, serta pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

Untuk program pariwisata, perubahan APBD akan dimanfaatkan untuk penataan obyek wisata dan promosi potensi pariwisata. Yang terakhir, lingkungan yang lebih lestari, diarahkan pada pengendalian pencemaran dan pengendalian lingkungan.

Sebelumnya, perubahan asumsi dasar pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pada KUA-PPAS Perubahan APBD 2019, yaitu pendapatan daerah turun sebesar Rp 7,44 Miliar atau 0,38% menjadi Rp 1,948 Triliun dari APBD induk sebesar Rp 1,955 triliun, serta belanja daerah naik sebesar Rp 50,682 Miliar atau 2,74% menjadi Rp 2,009 Triliun dari APBD induk sebesar Rp1,955 Triliun.

Penurunan pendapatan daerah terjadi karena adanya penyesuaian anggaran Dana Perimbangan pada Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.(usman)

loading...