Ini Kronologi Hilangnya 4 Nelayan Gorontalo Utara

Ini Kronologi Hilangnya 4 Nelayan Gorontalo Utara

17/07/2021 14:40 0 By Maman

Nelayan Hilang di Gorontalo Utara (1)

Personil dari Ditpolairud Polda Gorontalo, Basarnas Gorontalo Pos Sar Kwandang dan Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap 4 nelayan yang dilaporkan hilang sejak Jum’at (16/7/2021). (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Hilangnya 4 nelayan atau Anak Buah Kapal (ABK) saat melaut di Gorontalo Utara, berawal dari salah seorang ABK yang hendak menguras air dari perahu kecil (ayuda), yang biasa digunakan untuk mengatur jaring ikan saat dilepas dari kapal besar.

Danpal KP XXIX-200-1/Sumalata, Aipda Ahmad Giante mengatakan, Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 08.10 wita, salah seorang ABK MINA MARITIM-138, Samsul Basurapa menguras iar diperahu kecil (Ayuda).

Kemudian rekannya, Febri Kohangia melompat dari kapal, bermaksud menolong Samsul, untuk menguras air perahu tersebut. Saat itu gelombang tinggi disertai angin kencang mulai menghantam perahu kecil.

“Bersamaan dengan itu, KM MINA MARITIM-138 mengalami kerusakan hidrolik yang menyebabkan setir/kemudi kapal tidak bisa dibelokkan,” kata Ahmad.

Melihat itu, 2 ABK lainya masing-masing, Iswandi Paputungan dan Harun Basurapa, melompat dari kapal untuk memberikan pelampung/life jacket kepada dua rekannya.

Saat hidrolik kapal sudah bisa digunakan setelah diperbaiki, Nahkoda Adhan Datuwela, memutar balik kapal untuk menghampiri 4 ABKnya yang masih dilaut. Namun sayang, ke 4 ABK tersebut, sudah tidak ketahui lagi posisinya.

4 nelayan yang dilaporkan hilang di Gorontalo Utara.

Gelombang tinggi dan hujan lebat disertai angin kencang membuat jarak pandang sangat terbatas.

“Menurut keterangan nahkoda kapal, hanya 3 orang ABK menggunakan pelampung/life jacket,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Ditpolairud Polda Gorontalo, Basarnas Gorontalo Pos Sar Kwandang dan Tim SAR gabungan lainya, sudah melakukan pencarian sejak Jumat sore kemarin. Pencarian dihentikan sementara mengingat waktu dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, dan direncanakan akan dilanjutkan pagi ini.

Informasi lain yang diperoleh dari anggota TAGANA Gorontalo Utara, Angki, peristiwa tersebut terjadi disekitar 15 Mil dari pulau Raja Gorontalo Utara.

Ke 4 nelayan atau ABK tersebut masing-masing, Samsul Basurapa, Febri Kohangia, Iswandi Paputungan dan Harun Basurapa. (Prin)