Ini Penjelasan Bupati Soal PTT & GTT Gorontalo Utara Tahun 2021

Ini Penjelasan Bupati Soal PTT & GTT Gorontalo Utara Tahun 2021

02/03/2021 13:28 0 By Maman

Pertemuan GTT Gorontalo Utara

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin menghadiri rapat kerja sama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dalam rangka perekrutan tenaga pendidik Non PNS atau GTT. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin akan mengupayakan seluruh usulan Guru Tidak Tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Gorontalo Utara terakomodir. Saat ini, dari 1242 usulan GTT, 500 sekian diantaranya sudah terakomodir.

“Mereka tenaga pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Bupati usai rapat kerja sama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama dalam rangka perekrutan tenaga pendidik Non PNS atau GTT, di Aula Titimenga Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, Selasa (2/3/2021).

Bupati mengatakan, 1242 usulan GTT, 125 merupakan GTT dari Kemenag. Hingga kini kata Bupati lagi, masih ada 662 GTT yang belum terakomodir karena menyesuaikan dengan anggaran. Bupati juga mengakui, penyesuaian dengan anggaran tersebut, menjadi pekerjaan yang cukup sulit.

“Saya sudah sampaikan ke pimpinan OPD, untuk membahas secara bersama-sama, saya harap GTT yang masih 662 itu bisa terakomodir,” tutur Bupati.

Bupati juga mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk mengakomodir keseluruhan GTT tersebut Rp. 12 miliar. Saat ini yang tersedia baru sekitar Rp 5 miliar. Sehingganya, masih dibutuhka Rp 7 miliar lebih.

“Dan itu yang akan dicarikan solusinya oleh kedua instansi baik itu Dinas Pendidikan dan Kemenag, mudah-mudahan bisa, karena hal yang sama sudah pernah dialami pada waktu-waktu sebelumnya,” ungkapnya.

Terkait besaran honor, Bupati mengatakan, ada perbedaan. GTT degan pendidikan Sarjana atau S1 mendapatkan honor kurang lebih Rp 1 juta. Sedangkan untuk pendidikan SMA, D1, dan D2 honornya, Rp 750 ribu.

Sementara itu, ditanya soal SK PTT, Bupati mengatakan, akan segera ditanda tangani. Kemungkinan kata dia, akan ditanda tangani di Manado Sulawesi Utara.

“Saya minta draf SKnya dibawa ke Manado,” pungkasnya. (Prin/Adv)