Insentif Tenaga Medis Diduga Disunat, DPRD Kabgor Segera Panggil Pihak Terkait

Insentif Tenaga Medis Diduga Disunat, DPRD Kabgor Segera Panggil Pihak Terkait

31/08/2020 21:38 0 By Alex

Insentif Tenaga Medis

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Syam T Ase saat menerima laporan hasil sekaligus pembubaran Pansus Covid-19 yang diketuai Sarifudin Bano, Senin (31/8/2020).

Hulondalo.id – DPRD Kabupaten Gorontalo akan menindaklanjuti aduan terkait dugaan pemotongan insentif bagi tenaga medis di daerah itu.

Hal itu diakui Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Sarifudin Bano pada Rapat Paripurna Pembubaran Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 yang ditandai penyerahan hasil pansus kepada Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T Ase, Senin (31/8/2020).

“Terbentuknya pansus Covid-19 ini tujuannya untuk mengawal program pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat di masa pandemi,” kata Sarifudin.

“Namun, meski pansus ini sudah dibubarkan, kami tetap akan mengawal penanganan Covid-19 di Kabupaten Gorontalo sesuai dengan tupoksi kami sebagai anggota DPRD,” sambung politisi Demokrat itu.

Dikatakan Sarifudin, saat ini pihaknya telah menerima beberapa aduan terkait pemberian insentif tenaga medis di Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) yang tidak sesuai, bahkan ada indikasi pemotongan. Namun, Sarifudin masih enggan merinci tenaga medis Puskesmas mana yang dia maksudkan.

“Benar, kami sudah menerima aduannya dari beberapa tenaga medis terkait insentif yang mereka terima. Untuk itu, kita akan mengundang pihak terkait untuk meminta penjelasan,” kata dia.

Menurutnya, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, walaupun mereka hanya bertugas di tingkat Puskesmas atau Pustu sekalipun.

“Jika itu benar, seharusnya insentif tenaga medis di Puskesmas tidak dipotong. Jika ada pemotongan, sebaiknya dirapatkan bersama sehingga tak menimbulkan konflik,” tandasnya.(adv/Opin)