Instruksi Gubernur: Tiap Warga Gorontalo yang Dikarantina Dapat Bantuan Paket Sembako

Instruksi Gubernur: Tiap Warga Gorontalo yang Dikarantina Dapat Bantuan Paket Sembako

26/08/2020 22:11 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menginstruksikan jajarannya agar memberikan bantuan pangan bersubsidi khusus kepada warga Gorontalo yang dikarantina baik di rumah sakit maupun karantina mandiri akibat Covid-19.

Bantuan pangan bersubsidi tersebut rencana akan diberikan sekali dalam sepekan selama warga Gorontalo tersebut menjalani masa karantina.

“Jadi, mulai besok semua yang terdata pasien positif Corona berdasarkan hasil swab baik yang karantina mandiri maupun di rumah sakit akan kita bantu dengan sembako gratis,” kata Gubernur Rusli Habibie, Rabu (26/8/2020).

“Jika dia dikarantina 1 minggu, kita kasih satu paket. Kalau 2 minggu, kita kasih 2 paket,” sambung dia.

Sebelumnya, data Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo hingga hari ini terdapat 332 pasien yang dikarantina mandiri maupun di rumah sakit.

Rusli menyadari betul bahwa warga yang sedang dalam masa pemulihan tidak bisa langsung berakvitas, apalagi mencari nafkah seperti hari-hari biasanya.

Dan dengan bantuan paket sembako itu, juga akan dapat memastikan bahwa warga yang sedang dikarantina tidak akan kemana-mana.

“Bisa jadi yang menjalani karantina itu kepala keluarga. ‘Kan kasihan juga mereka tidak bekerja dan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya,” tambah Rusli.

Mendengar instruksi Gubernur Gorontalo, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, M Nadjamudin pun menyatakan siap menjalankannya.

Sebagai salah satu OPD yang diberi tugas sebagai penyedia bahan pangan pokok bersubsidi itu pun akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Gorontalo selaku penyedia pembiayaan.

“Penyalurannya nanti akan kita distribusi ke rumah-rumah berdasarkan data yang ada. Data ini masih harus diverifikasi orang dan alamatnya, jadi mungkin kita akan mulai dari yang dekat dulu seperti Kota Gorontalo dan Bone Bolango,” kata Nadjamudin.(adv/alex)