Investasi Harus Ditingkatkan, Wagub: Menggerakkan Roda Perekonomian Tak Cukup dengan APBD & APBN

Investasi Harus Ditingkatkan, Wagub: Menggerakkan Roda Perekonomian Tak Cukup dengan APBD & APBN

03/08/2021 20:34 0 By Maman

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kanan), memimpin rapat percepatan investasi di Kantor Dinas PMESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Selasa (3/8/2021). (Foto : Haris)

Hulondalo.id – APBD dan APBN diakui Wagub Gorontalo, H. Idris Rahim, tidak akan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran. Gorontalo kata Wagub, butuh meningkatkan nilai investasi untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi.

Saat memimpin rapat percepatan investasi di Kantor Dinas Penanaman Modal, Energi Sumber Daya Mineral dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Selasa (3/8/2021), Wagub mengatakan, meningkatkan nilai investasi, juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Gorontalo butuh investasi. Kita harus mendukung dan mempercepat setiap investasi yang akan masuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Idris Rahim.

Dinas PMESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo mencatat nilai investasi pada triwulan pertama tahun 2021 sebesar Rp1,626 triliun. Nilai tersebut mencapai 16 persen dari target investasi tahun 2021 sebesar Rp10,145 triliun.

Realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2021 itu bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp470,43 miliar, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Non Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Secara Elektronik (SPIPISE) senilai Rp1,156 triliun.

Sementara itu, sesuai rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, investasi PMA pada triwulan pertama tahun 2021 di Provinsi Gorontalo, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 yang nilainya hanya sebesar Rp40,5 miliar.

Kenaikan tersebut didominasi oleh sektor listrik, gas dan air sebesar 60,23% atau senilai Rp283 miliar, industri kayu 31,89% senilai Rp150 miliar, industri makanan 7,86% senilai Rp36 miliar, serta sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar 0,01% atau senilai Rp59 miliar.

Sedangkan untuk investasi PMDN dan Non SPIPISE, mengalami penurunan sebesar 74,19% dari Rp4,480 triliun pada triwulan pertama tahun 2020 menjadi Rp1,156 triliun di tahun 2021. (Adv)