Investor Asal Tiongkok Mau Bangun Smelter Mineral di Mootilango, Kabupaten Gorontalo

Investor Asal Tiongkok Mau Bangun Smelter Mineral di Mootilango, Kabupaten Gorontalo

17/11/2020 17:31 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Investor Tiongkok

Perwakilan investor asal Tiongkok saat bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk membahas rencana investasi membangun smelter mineral di Gorontalo, Selasa (17/11/2020).(F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Salah satu perusahaan asal Tiongkok berencana akan berinvestasi di Gorontalo. Mereka tertarik membangun smelter mineral di Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo.

Smelter mineral yang akan dibangun oleh perusahaan yang bergerak di sektor tembaga itu nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 500 Ton per hari.

“Jika ada peluang, kita ingin bangun smelter di sini, rencananya di Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo,” kata Uten Uloli, pengusaha yang mendampingi investor Tiongkok saat bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Selasa (17/11/2020).

Untuk diketahui pula, investor asal Tiongkok di Gorontalo ini sejatinya telah memiliki pengalaman investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah.

“Di situ ada tembaga, kayu balsa sama getah pinus. Nanti kita lihat, jika potensi Gorontalo ada apa aja nanti kita bikin juga di sini,” sambung Uten.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pun memberi respon positif investasi tersebut. Rusli bahkan akan mengupayakan segala kemudahan agar rencana membangun smelter mineral itu bisa benar-benar terwujud.

Asalkan, kata Rusli, seluruh proses investasi penanaman modal asing ini dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan aturan-aturan yang berlaku.

“Nanti akan dilakukan pendampingan dari Dinas PNM, ESDM dan Transmigrasi. Diberi tahu syarat-syarat pengurusan izin dan lain-lain. Jika izinnya keluar dan memang ada potensinya ya silahkan dibangun,” sambut Rusli.

Rusli juga berpesan kepada investor agar pihak perusahaan dapat menyerap tenaga kerja lokal, termasuk bahan bakunya.

Harapannya, investasi dapat menambah devisa dan membuka lapangan kerja di mana pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.(adv/alex)