Investor Kocek Modal Rp 17 Miliar untuk Batu Andesit Tomilito

Investor Kocek Modal Rp 17 Miliar untuk Batu Andesit Tomilito

19/03/2019 21:38 0 By Alex

bantu andesit gorontalo

Wakil Gubernur Idris Rahim saat meninjau tambang batu Andesit di Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (19/3/2019).

Hulondalo.id – PT Berkah Daya Mandiri siap mengembangkan potensi batu Andesit di wilayah Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Hingga saat ini, investor sudah merogoh kocek hingga Rp 17 Miliar untuk potensi Andesit sejak tahun 2018.

Sebelumnya, dilansir dari laman wikipedia, batu Andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini seperti sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dan lain-lain.

Di zaman sekarang, batu andesit masih digunakan sebagai material untuk nisan kuburan warga Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah Magelang.

“Kegiatan eksplorasinya belum dimulai sepenuhnya, kita baru membuka akses jalan. Saat membuka jalan itu, kalau menemukan batu, ya kita giling. Kita perkirakan produksinya baru berjalan normal pada Agustus atau September ini,” kata Manager Site PT Berkah Daya Mandiri, Ady Chandra saat mendampingi Wakil Gubernur Idris Rahim meninjau tambang batu di Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Gorut, Selasa (19/3/2019).

Untuk tahap awal, tambang batu yang telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan melakukan eksplorasi di lahan seluas 30 Hektar, dimana 20 hektar diantaranya adalah lahan yang memiliki kandungan batu andesit yang akan dieksplorasi. Sedangkan sisanya 10 Hektar, diperuntukkan penggilingan batu, mes karyawan dan perkantoran. Total investasi saat ini sudah mencapai Rp 17 Miliar.

“Hasil batu yang kita giling untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia Timur. Hasil uji laboratorium, batu andesit Gorontalo lebih keras dibanding batu Donggala Sulawesi Tengah,” jelas Kepala Teknis Tambang, Didi.

Ditambahkannya, dari total 20 tenaga kerja yang saat ini dipekerjakan, sebagian besar adalah pekerja lokal yang berasal dari beberapa desa di sekitar lokasi tambang batu.

“Pekerja dari luar Gorontalo hanya 6 orang untuk pekerjaan yang sifatnya teknis. Nanti setelah proses eksplorasi sudah berjalan penuh, kita akan menambah jumlah pekerjanya dan diprioritaskan warga lokal,” janjinya.

Terpisah, Wakil Gubernur Idris Rahim berharap, hadirnya investor penggilingan batu andesit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjut Idris, berupaya untuk menarik investasi ke daerah dengan memberikan pelayanan serta kemudahan dalam pengurusan izin sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah berkewajiban untuk melayani dan memberikan kemudahan masuknya investasi di daerah. Harapannya, dengan hadirnya investor akan menggerakkan roda perekonomian kita yang selama ini hanya mengandalkan anggaran pemerintah,” pungkasnya.(usman)