Istri Gaguk Berharap Ada Kedilan Untuk Suaminya

Istri Gaguk Berharap Ada Kedilan Untuk Suaminya

10/07/2020 13:44 0 By Syakir

Sidang pra peradilan kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka AP alias Gaguk, di Pengadilan Negeri Tulungagung, Kamis (8/7/2020).

Hulondalo.id (Tulungagung) – Marita Ernawati istri tersangka AP alias Gaguk tersangka dugaan pembunuhan di Desa Demuk, Pucangbalan, Kabupaten Tulungagung, berjuang mempra pradilan kan pihak kepolisian, perihal prosedur penangkapan terhadap seuaminya.

Dalam sidang yang digelar Kamis (9/7/2020), di Pengadilan Negeri Tulunggung itu, dua termohon yakni kepolisian dan kejaksaan dalam sanggahannya, meminta kepada majelis hakim agar sidang pra pradilan disudahi, sehingga proses hukum perkara bisa dilanjutkan.

“Seharusnya praperadilan ini gugur, kan pokok perkara sudah mulai diperiksa,” kata Jaksa Penuntut Umum Dio Sumantri, usai sidang. Dengan sikap itu, kejaksaan mengaku sejalan dengan termohon satu yakni kepolisian untuk menolak permohonan, karena menurutnya penanganan kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka AP, tidak cacat hukum.

Keyakinan berbeda ditunjukkan Heri Widodo selaku kuasa hukum Marit Ernawati. Dirinya justru optimis, hakim tidak akan menggugurkan pra peradilan yang dilakukan pihaknya.

Hal itu didasari, selain menurutnya jawaban termohon yang tidak menyentuh substansi, pihaknya juga sudah
melengkapi persyaratan administrasi termasuk memberikan bukti bahwa pemohon adalah merupakan pihak yang sah untuk mengajukan praperadilan.

Langkah pra pradilan ditempuh, karena pihaknya melihat proses penetapan tersangka yang terburu buru, bahkan itu dilakukan saat hasil visum belum keluar. Belum lagi penambahan pasal yang disangkakan.

Sementara itu, Marita Ernawati istri tersangka AP alias Gaguk, berharap permohonan pra peradilannya dikabulkan. Karena AP adalah tulang punggung keluarga, dan tidak ada niat dari Gaguk mencelaki korban apalagi bermaksud membunuhnya.

Sebelumnya, pada Rabu 13 Mei 2020 malam, Gaguk yang sedang melakukan ronda malam, mendapati korban Sarto (54) mondar mandir sambil memegang pisau. Gaguk pun coba merebut pisau itu, dengan cara menjegal korban. Sayang, korban jatuh menghantam aspal cukup keras, hingga akhirnya meninggal dunia. Gaguk ditetapkan sebagai tersangka. (mo)