Isu Pelecehan ‘Goyang’ IAIN Gorontalo, Rektor : Kami Belum Terima Laporan Resmi

Isu Pelecehan ‘Goyang’ IAIN Gorontalo, Rektor : Kami Belum Terima Laporan Resmi

04/04/2019 19:02 8 By admin

Ilustrasi

Hulondalo.id – IAIN Sultan Amai Gorontalo, diguncang dengan isu oknum dosen mesum. Lewat tulisan berjudul di bawah cengkraman dosen mesum, tim redaksi Humanika mencoba mengungkap pengakuan para korban dosen mesum, di salah satu perguruan tinggi besar di Gorontalo itu.

Dalam artikel berjudul ‘Dibawah Cengkraman Dosen Mesum’ yang dimuat di lpmhumanika.blogspot.com itu, tim redaksi humanika mencoba menelusuri kasus itu dengan menggali keterangan lebih dalam dari sejumlah mahasiswi yang katanya pernah menjadi korban oknum dosen.

Untuk melindungi identitas korban, dalam artikelnya redaksi humanika memberi nama Andin untuk korban. Dalam artikel itu, Andin menceritakan awal mula dirinya nyaris diperkosa oknum dosen (lengkapnya baca disini)

Hal ini pun coba dikonfirmasikan ke pihak kampus IAIN Gorontalo. Dr. Lahaji, M.Ag, Rektor IAIN Gorontalo mengaku, dirinya belum pernah dilapori terkait masalah seperti yang diungkap redaksi humanika.

“Perlu klarifikasi dari humanika sendiri, apa benar (pelecehan oknum dosen). Nah itu, dan kalau benar mana laporannya baik itu lisan atau tertulis,” ujar Lahaji.

Lahaji pun sempat menyayangkan artikel di blog milik humanika sudah lebih dulu keluar, sebelum ada klarifikasi internal, karena sudah menyangkut nama baik lembaga (IAIN Gorontalo).

“kan nanti kalau memang itu ada ranah hukum. Kalau pelecehan ranah kepolisian, hukum di kita (lembaga) ranah kode etik dosen, kode detik mahasiswa, kalau memang itu benar. Tapi itu saya belum ada laporannya secara tertulis maupun lisan ke rektorat,”

Langkah selanjutnya, Lahaji berencana mengundang wakil rektor tiga yang menangani bidang kemahasiswaan, dan memintanya mengundang si pembuat berita (redaksi humanika). Apa benar informasinya valid, karena menurut Lahaji pembuat berita harus bertanggung jawab.

Senada dengan itu, Wakil Rektor IAIN Gorontalo Bidang Kemahasiswaan Mujahid Damopolii, mempersilahkan korban melaporkan secara tertulis ke pihak kampus. Nanti akan dilakukan tabayyun, jika terbukti maka akan dikenai sanksi sesuai perbuatannya.

Mujahid pun memastikan, korban yang melaporkan masalah ini, diberikan perlindungan dari kampus, apalagi ini terkait dugaan pelecehan.(rto)