Jadi Khatib Saat Sholat Idul Fitri di Rumah, Ini Pesan Wagub Gorontalo

Jadi Khatib Saat Sholat Idul Fitri di Rumah, Ini Pesan Wagub Gorontalo

24/05/2020 10:43 0 By Alex
Wakil Gubernur Gorontalo

Waki lGubernur Gorontalo Idris Rahim saat bertindak menjadi khatib pada sholat Idul Fitri di rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Ahad (24/5/2020). (F. Haris/humas)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim melaksanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di rumah jabatan, Ahad (24/5/2020).

Sholat yang diikuti oleh keluarga inti dan para petugas di rumah jabatan itu dipimpin oleh imam ustadz Harun Djama dan yang bertindak sebagai khatib adalah Wakil Gubernur Idris Rahim.

Sholat ied di rumah dilakukan untuk mengikuti anjuran pemerintah agar tidak menggelar sholat Idul Fitri di lapangan atau masjid guna mencegah penularan Covid-19.

Wakil Gubernur Idris Rahim pada dalam khutbahnya pun mengajak seluruh umat muslim untuk tetap meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT serta menjauhi segala laranganNya.

Diakuinya pula, suasana Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini bangsa Indonesia dan seluruh dunia tengah mengalami pandemi Covid-19.

“Wabah Covid-19 harus kita jadikan sebagai sarana introspeksi diri sejauh mana kita bertakwa kepada Allah SWT dengan mengimplementasikan perintahNya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Idris Rahim.

Tujuan ibadah Ramadhan pada hakikatnya adalah untuk menciptakan insan yang bertaqwa. Menurutnya, setiap muslim layak disebut bertaqwa jika senantiasa takut kepada Allah SWT, melaksanakan ajaran Alquran dan Hadits, serta ridha pada ketentuan Sang Maha Pencipta.

“Kita berdoa semoga seluruh amaliyah Ramadhan diterima Allah SWT dan kita tergolong orang yang bertaqwa,” katanya.

Diakhir khutbah, Idris mengajak kaum muslimin untuk mengisi hari-hari setelah Ramadhan dengan berbagai amal kebajikan, lebih mementingkan kebersihan hati dan jiwa, mencintai sesama dengan ikhlas, serta saling tolong menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan.

Ibadah yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh pada Ramadhan harus senantiasa dijaga, bahkan ditingkatkan di luar bulan Ramadhan.

“Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadhan mendatang,” tandasnya.(adv/alex)