Jadi Percontohan Gold-Ismia UNDP, Sentil soal PETI dan Kawasan WPR Gorontalo

Jadi Percontohan Gold-Ismia UNDP, Sentil soal PETI dan Kawasan WPR Gorontalo

30/03/2021 22:35 0 By Alex

Gold-Ismia UNDP

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam rangka upaya penanganan PETI dan pengelolaan pertambangan rakyat bersama Ditjen Minerba, ESDM, Selasa (30/3/2021). (F. Haris)

Hulondalo.id – Gorontalo menjadi satu dari 6 provinsi sebagai lokasi proyek percontohan Gold-Ismia United Nations Development Program (UNDP) dalam rangka memfasilitasi penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pemanfaatan Ruang.

Dalam proyek percontohan 5 tahunan tersebut, UNDP akan melakukan pendampingan kepada para penambang emas tanpa izin (PETI) di Gorontalo.

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam rangka upaya penanganan PETI dan pengelolaan pertambangan rakyat, yang digelar Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, secara virtual, Selasa (30/3/2021).

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim pun mengusulkan agar kawasan PETI menjadi WPR agar pengelolaannya dapat dilakukan sesuai kaidah pertambangan yang baik dan benar.

“Sekarang ini di era pandemi Covid-19, rakyat butuh makan. Sementara lapangan kerja terbatas. Oleh karena itu, solusinya adalah mendorong wilayah PETI menjadi WPR yang dikelola sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik dan benar,” ungkap Idris.

Sebelumnya, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, terdapat sedikitnya 26 lokasi kawasan PETI di Gorontalo dengan jumlah penambang mencapai 3.750 orang.

Idris bilang, kendala lainnya yang dihadapi dalam pengelolaan PETI antara lain sebagian wilayah pertambangan yang masuk dalam lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP), kontrak karya dan kawasan hutan.

“Kendala lainnya beberapa usulan wilayah pertambangan rakyat belum terakomodir dalam wilayah pertambangan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 3637 Tahun 2017 tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Sulawesi,” papar Idris.

Terpisah, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin menyampaikan, Gorontalo menjadi lokasi proyek percontohan Gold-Ismia UNDP selain Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Riau.

UNDP, kata Ridwan, akan mendukung komunitas penambang rakyat sekaligus memfasilitasi penetapan WPR dan Izin Pemanfaatan Ruang.

“Kami juga akan mendorong perusahaan-perusahaan (tambang) yang sudah mendapat izin di Gorontalo tapi belum mengusahakannya (penetapan WPR), kita mau segera mengusahakannya,” tegas Ridwan.(adv/alex)