Jalan di Ngadirenggo Bukan Kawasan Peternakan, Suwito: Harus Dibuka

Jalan di Ngadirenggo Bukan Kawasan Peternakan, Suwito: Harus Dibuka

18/11/2020 10:52 0 By Maman

RDP DPRD Kab Blitar

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren memimpin Rapat Dengar Pendapat terkait keluhan warga Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto meminta jalan di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi, yang sebelumnya dilaporkan telah ditutup untuk akses umum oleh PT. GI, agar dibuka kembali.

“Setelah mendengarkan keluhan dari warga, juga mendengarkan pernyataan dari Ketua Komisi I dengan sumber BPN Kabupaten Blitar serta pernyataan dari Pemkab Blitar, jalan itu bukan termasuk kawasan peternakan, menginstruksikan agar jalan yang ditutup itu harus dibuka, semua harus kompromi, maka dari itu harus dibuka,” kata Suwito dalam RDP menindak lanjuti aduan warga Desa Ngadirenggo, Selasa (17/11/2020).

Sebelumnya, RDP yang digelar di ruang rapat Gedung DPRD Kanigoro Kabupaten Blitar dan dihadiri Ketua Komisi III, Sugianto dan Ketua Komisi I, M. Sulistiyono beserta anggota ini, mendengarkan penyampaian pihak-pihak terkait atas aduan tersebut. Kepala Desa Ngadirenggo, Risky Rendyana Firmansyah mengatakan, selama ini dibenak masyarakat terbayang hal yang indah, akan hadirnya perusahaan peternakan sapi ini, mengelola 8 ribu ekor sapi.

“Namun hingga kini ternyata hanya bau dari kotoran limbah, dan belum adanya sinergitas antara pihak perusahaan dengan warga sekitar, warga juga mengeluh masih minimnya tenaga kerja lokal yang terserap,” tegas Rendyana.

Risky Rendyana Firmansyah

Kepala Desa Ngadirenggo, Risky Rendyana Firmansyah.

Perwakilan PT. GI, Sunarko yang hadir mengatakan, sebelum persoalan ini terjadi, telah dilakukan pertemuan dengan 6 kepala desa, tidak hanya kepala desa di Kecamatan Wlingi, namun juga dari Kecamatan Doko. Dalam aktivitasnya kata dia, perusahaan menerapkan bio security.

“Kita tetap mengijinkan masyarakat terutama warga setempat atau yang punya lahan pertanian, bisa menggunakan akses jalan, namun melalui protokol kesehatan yang diterapkan perusahaan (Bio security) dan dikasih stiker, namun bukan untuk akses bagi, masyarakat umum,” ujar Sunarko.

Ketua Pemuda Ngadirenggo Bersatu, Suswanto yang juga tokoh pemuda Ngadirenggo mengatakan, jalan tersebut selama ini digunakan oleh warga dan secara sepihak ditutup oleh PT. GI. Dan persoalan ini akses jalan ini kata dia, diantara persoalan lain yang ada, seperti limbah dan kompensasi pada masyarakat sekitar yang terdampak limbah. (Anang/Adv)