Jalan Tobat si Yoker, Resedivis yang Separuh Umurnya Habis Bolak Balik Penjara

Jalan Tobat si Yoker, Resedivis yang Separuh Umurnya Habis Bolak Balik Penjara

18/06/2021 09:10 0 By Syakir

Yakob alias Yoker saat belajar memperdalam ilmu agama Islam, di Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Setelah hampir lebih dari separuh umurnya dihabiskan keluar masuk lembaga pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo, seorang resedivis akhirnya menemui jalan tobatnya.

Sejumlah tato menutupi kulitnya beberapa bagian tubuhnya. Kulitnya yang legam, hingga tato di leher menambah kesan sangar pria yang aslinya bernama Yakob Akuba alias Yoker.

Dulu, Yoker dikenal sebagai pencuri yang sangat lihai. Banyak barang berharga yang berhasil digasak Yoker bersama kelompoknya. Barangnya dijual, uangnya digunakan untuk foya foya.

Berulang kali Yoker harus berhadapan dengan polisi, hingga harus berakhir terkurung di lapas. Kalau ditotal, kurang lebih ada 30 tahun Yoker harus keluar masuk lapas Gorontalo, sampai sampai Lapas pun sudah dianggapnya sebagai rumah kedua.

Hingga suatu hari, Yoker akhirnya menemukan jalan tobatnya, setelah mendengarkan nasehat dari seorang pejabat di Lapas Kelas IIA Gorontalo, hingga kemudian coba bergabung dengan narapidana lainnya untuk belajar ilmu agama.

Saat mengikuti kegiatan Riyadhoh di lapas belum lama ini, dihadapan para narapidana yang lain, resedivis yang sudah berumur 45 tahun itu menyampaikan testimoninya.

Kala itu, sebelum masuk waktu sholat Ashar, Yoker mendengar suara orang yang sedang memberikan ceramah di dalam masjid lapas. Ternyata itu suara Kasdin Lato, salah seorang petugas lapas.

“saya merasakan dari apa yang disampaikan itu, membuat saya malu dengan diri saya sendiri, setelah kegiatan itu selesai saya langsung ikut-ikutan untuk Sholat Ashar berjamaah,”ungkapnya.

Niat ingin hijrah ini bukan tanpa tantangan. Perubahan perilaku Yoker, membuat rekan rekannya sesama warga binaan Lapas Kelas 2 A Gorontalo terkejut. Wajar, mereka tahu betul siapa Yoker sebelum ini.

“Ada yang menceritakan (mencemooh,red), juga ada yang bersyukur dan lain-lain. Tapi saya tidak perduli.
Niat saya hanya untuk memperbaiki kehidupan saya, terlalu banyak kejahatan yang saya lakukan dan harus belajar merubahnya sedikit demi sedikit,” ungkap Yoker.

Yoker pun coba bergabung dengan warga binaan yang lebih dulu belajar Agama. Alhamdulillah, lingkungan baru ini menyambut Yoker dengan ramah. Bahkan, mereka senantiasa menguatkan dan mengingatkan Yoker, saat semangatnya mulai kendor.

“Pelan-pelan saya bertahan. Alhamdulillah saya mampu menyelesaikan puasa 30 hari selama bulan Ramadhan, belajar iqra dari teman-teman,” imbuhnya.

Yoker pun menyentil kondisi Lapas Kelas IIA Gorontalo, dari kondisi dulu yang sekedar menjadi lokalisasi penjahat, kini berubah menjadi nyaris seperti pesantren.

1 tahun 9 bulan lagi Yoker baru bisa bebas. Waktu yang tersisa akan digunakan untuk melatih diri menjadi orang yang lebih baik. harus merasakan dinginnya kehidupan di balik jeruji besi.

“Mohon bantu doakan saya agar saya dimudahkan Allah menempuh jalan yang menurut saya baik ini”, Tutupnya. (inkri)