Jasa Raharja Gorontalo Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Rp 10,2 Miliar Selama 2019

02/01/2020 14:42 0 By Alex

Kepala Jasa Raharja cabang Gorontalo Dwi restu Handoyo memaparkan capaian kinerja 2019 pada kegiatan Media Gathering di hadapan sejumlah wartawan, Selasa (31/12/2019).

Hulondalo.id – Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang asuransi, Jasa Raharja cabang Gorontalo telah menyerahkan santunan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 10,2 Miliar selama Tahun 2019.

Angka ini naik 20,73% jika dibandingkan periode 2018 yang hanya sebesar Rp 8,5 Miliar. Jumlah santunan ini meliputi santunan untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 7,2 Miliar, korban luka-luka sebesar Rp 2,8 Miliar, cacat tetap sebesar Rp 32,5 Juta, sementara santunan untuk ambulans dan lain lain mencapai Rp 132,2 Juta.

“Jadi selama 2019 ada kenaikan signifikan untuk pembayaran santunan bagi korban meninggal dunia yakni sebesar 34,26% jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 5,4 Miliar saja,” ungkap Kepala Jasa Raharja cabang Gorontalo, Dwi Restu Handoyo pada kegiatan Media gathering bersama sejumlah wartawan di Pino’s resto, Selasa (31/12/2019).

Lebih lanjut Dwi Restu Handoyo mengatakan, Jasa Raharja merupakan perusahaan asuransi yang memegang prinsip untuk terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat korban kecelakaan. Ini di buktikan dengan terpenuhinya capaian target penyelesaian santunan bagi korban kecelakaan hanya dengan waktu yang sangat singkat.

“Khusus untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja Gorontalo merealisasikan penyelesaian santunan hanya dengan waktu 1 hari 16 jam. Sementara penyelesaian santunan sejak berkas lengkap kita juga telah merealisasikan hanya dengan waktu 21 menit 51 detik sesuai dengan sistem aplikasi kita, dan ini semua sesuai target yang ditetapkan dari pusat,” bilang Dwi Restu Handoyo.

Sebagai pendukung pilar ke-5 keselamatan berlalu lintas, keberadaan Jasa Raharja tentunya mempunyai tugas untuk menjamin korban kecelakaan lalu lintas beserta upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas sesuai yang diamanahkan UU No 33 dan 34 tahun 1964 tentang Perlindungan Dasar.

Meski begitu, Dwi Restu Handoyo tetap menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas dan mematuhi keselamatan berkendara guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas sesuai dengan 5 pilar keselamatan berlalu lintas.

“Jika terjadi kecelakaan lalu lintas, laporkan kasus tersebut ke kepolisian, selanjutnya biarkan Jasa Raharja yang bekerja,” pungkasnya.(Jeff/adv)