Jauhkan Gorontalo dari Corona, Dengarkan Anjuran Pemerintah dan Ulama

Jauhkan Gorontalo dari Corona, Dengarkan Anjuran Pemerintah dan Ulama

28/03/2020 21:47 0 By admin

Fanly Katili

Hulondalo.id – Opsi menutup perbatasan atau lockdown lokal, jika didapati pasien dengan dugaan terinfeksi virus corona (covid-19), yang disuarakan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mulai peroleh dukungan. Bahkan, kalau perlu opsi itu bisa segera diberlakukan, mengingat dua provinsi tetangga sudah dinyatakan zona merah.

Fanly Katili misalnya. Salah satu tokoh pemuda Gorontalo kepada redaksi hulondalo.id mengatakan, pemberlakuan buka tutup wilayah perbatasan, untuk membatasi orang yang masuk ke Gorontalo dari daerah tetangga, adalah bentuk ikhtiar positif pemerintah dalam meminimalisir penyebaran virus corona, dan itu patut diapresiasi.

Status dua daerah tetangga yang sudah masuk zona merah, karena memiliki pasien yang positif terinfeksi corona, memang perlu diantisipasi, dengan langkah tegas pemerintah.

“Alhamdulillah, Gorontalo masih berstatus negatif pasien corona, dan ini harus kita jaga. Dan upaya pemerintah Provinsi Gorontalo sejauh ini sudah baik, dan perlu mendapat dukungan penuh masyarakat,” ungkap Fanly.

Bahkan pria yang dikenal sebagai aktivis itu juga mengajak, sesama rekan aktivis lainnya untuk membantu pemerintah daerah masing masing, dalam mensosialisasikan social distancing kepada masyarakat, guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

“Masyarakat harus terlibat aktif, tidak bisa semuanya diserahkan ke pemerintah. Minimal membantu dengan tetap di rumah, atau proaktif menginformasikan jika ada tetangga yang sakit dengan gejala flu, demam, batuk, ke puskesmas terdekat,” imbuhnya.

Terakhir, Fanly juga meminta masyarakat umum, untuk mendengarkan anjuran baik dari pemerintah maupun ulama. Sikap acuh tak acuh, hanya akan membawa bencana baik bagi diri sendiri maupun orang sekitar, kata Ketua Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum Unisan itu. (zhk)