Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pusat Perbelanjaan di Kota Gorontalo Diperketat

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pusat Perbelanjaan di Kota Gorontalo Diperketat

22/04/2021 18:46 0 By Yadin

Rapat Forkopimda secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Hulondalo.id – Menjelang hari raya Idul fitri 1442 H tahun 2021, pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo akan diperketat. Ini berkembang saat rapat Forkompinda Provinsi Gorontalo bersama kepala-kepala daerah di kabupaten/kota dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan disepakati bersama kepala-kepala Daerah pada rapat secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Seperti Mall Gorontalo, Karsa Utama, Distro-distro hingga rumah makan selama Ramadan dibatasi hanya sampai pukul 21.00 Wita.

“Kita akan jalankan seperti tahun lalu dan saya sudah siapkan surat edarannya, serta melakukan sosialisasi kepada pihak toko, swalayan, mall, dan para pedagang-pedagang besar,” ungkap Walikota Gorontalo Marten Taha kepada Gubernur Gorontalo.

Secara informal kata Marten, sudah disampaikan kepada pihak Karsa Utama, Community House, dan manager Mallnya, namun belum resmi. Tapi, hasil keputusan hari ini akan dilakukan secara bersama-sama.

Marten menuturkan, secara prosedural dan akan diberikan pembatasan aktivitas hanya sampai pukul 21.00 WITA.

“Yang saat ini di bulan Ramadan kami sudah memberlakukan hanya sampai pukul 22.00 WITA dan saat sahur nanti pukul 02.00-04.00 Rumah makan bisa kembali dibuka,” terang Marten.

Marten menjelaskan, pihak Mall, Toko dan pedagang nanti akan diberikan surat pernyataan yang harus ditandatangani sesuai kesepakatan.

“Jika mereka melanggar kepada point-point surat penyataan yang diberlakukan, pada saat itu juga petugas kami berhak untuk menutup pusat perbelanjaan dan pemblokiran jalan yang masuk di wilayah tersebut,” tegas Marten.

“Dan pimpinan atau pemilik pusat perbelanjaan harus bertanggung jawab dengan proses hukum yang sudah diatur dalam kesepakatan yang dibuat sesuai perda Nomor 4 Provinsi Gorontalo,” tambah Marten.

Marten Taha juga menyampaikan, agar Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bisa satu visi dengan Pemerintah Kota Gorontalo untuk tidak merekomendasikan pembukaan akses jalan di wilayah Kota Gorontalo. (inkri/adv)