Jelang Nataru 2021, Akankah Perbatasan Gorontalo Kembali Ditutup?

Jelang Nataru 2021, Akankah Perbatasan Gorontalo Kembali Ditutup?

12/11/2021 18:00 0 By Syakir

Rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo, digelar di Hotel Peninsula, Kota Manado, Jumat (12/11/2021).

Hulondalo.id – Meski Provinsi Gorontalo sudah mencatatkan 0 kasus covid-19 (update 9 November 2021), namun pemerintah harus mewaspadai lonjakan kasus akhir tahun nanti, dengan memperketat bahkan mungkin kembali mempertimbangkan opsi penutupan perbatasan, selama perayaan natal dan tahun baru
(Nataru).

Terkait pembatasan aktifitas selama nataru, pemerintah pusat lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri nomor 712 tahun 2021, telah memangkas cuti bersama di 24 Desember 2021.

Ini diperkuat dengan edaran Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021, yang tegas melarang ASN mengambil cuti di akhir tahun.

Kendati demikian, hal ini diakui belum sepenuhnya bisa membatasi arus pegerakan orang saat natal dan tahun baru.

Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri, tengah merancang strategi seperti apa yang akan dijalankan, untuk membatasi arus pergerakan orang di natal dan tahun baru.

“Kita perketat aturan mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan dan lainnya. Langkah ini perlu diperkuat dengan vaksinasi, perketat prokes, dan terus lakukan 3T,” ungkap Gubernur Rusli Habibie, saat pimpin rapat Forkopimda, membahas langkah antisipasi lonjakan covid-19 jelang Nataru 2021, di Peninsula Hotel, Kota Manado, Jumat (12/11/2021).

Rusli mengakui, Provinsi Gorontalo memang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, bukan berarti itu itu aman. Karena bisa saja, ada warga Gorontalo yang merayakan natal di Manado, dan kemudian balik lagi.

“Untuk mudik Pak Sekda nanti kita bikin surat resmi, untuk dilingkungan kita sendiri dan himbauan kepada TNI/Polri hingga pemerintah kabupaten/kota. Tapi saya mau provinsi, bupati walikota yang di depan, teman-teman TNI/Polri hanya memantau. Jadi intinya pemerintah mencegah, TNI/Polri yang mengamankan,” perintah Rusli.

Selain itu, Gubernur juga menghimbau pelibatan semua unsur pemangku kepentingan diperlukan. Khususnya dalam menjaga tempat – tempat ibadah menjelang Natal tanggal 25 desember 2021. Serta perayaan pergantian malam tahun baru dan pesta kembang api. (*)