Kapolres Gorontalo Tegaskan Tak Ada Pembegalan di Desa Dehuwalolo

Kapolres Gorontalo Tegaskan Tak Ada Pembegalan di Desa Dehuwalolo

01/12/2020 16:17 1 By Alex

Kapolres Gorontalo

Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK ketika dikonfirmasi seputar dugaan pembegalan di Desa Dehuwalolo, Kabupaten Gorontalo.

Hulondalo.id – Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK membantah adanya peristiwa pembegalan yang terjadi di Desa Dehuwalolo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menyusul adanya unggahan status di media sosial soal pembegalan yang merampas sejumlah harta benda.

“Jadi postingan itu tidak benar, yang mana terjadi pembegalan di Desa Dehuwalolo itu hoaks. Yang benar adalah penganiayaan di dalam sebuah cafe,” ucap Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).

Atas tindak penganiayaan itu, kata Ade Permana, pihaknya telah memeriksa lelaki berinisial MN (38) dan seorang tersangka berinisial VN (17) dan sejumlah saksi lainnya.

Dijelaskan Kapolres Gorontalo, kronologisnya bermula pada Ahad (29/11/2020), sekitar pukul 11.00 Wita, bahwa usai membeli makanan MN singgah di cafe Ebony untuk membeli minuman keras (miras). MN pun saat itu ditemani sejumlah perempuan di dalam cafe.

Setelah ingin membayar miras tadi di kasir, MN malah terlibat cekcok dengan VN hingga berujung penganiayaan di dalam cafe tersebut.

“Jadi bukan di jalan raya, bukannya ada pembegalan,” tegas Ade Permana.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohamad Nauval Seno menuturkan, pihaknya telah mengamankan tersangka di Polres Gorontalo dan diancam dengan pasal 351 KHUP ayat (2) KUHP dengan penjara paling lama 5 tahun.

“Karena melihat umur pelaku masih di bawah umur. Kami akan melakukan upaya diversi,” tandas Nauval.

Salah satu postingan aksi pembegalan yang viral di media sosial facebook.

Sebelumnya, pada 30 November 2020 muncul postingan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa yang mana terjadi aksi pembegalan/perampokan di Desa Dehuwalolo Kabupaten Gorontalo. Isinya, korban dihadang oleh sejumlah orang tidak dikenal kemudian mengancam dan merampas harta benda korban serta terjadi aksi saling kejar mengejar.(Opin)